Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Mengadakan Lomba Desain Poster “Cara Menghadapi Covid-19”

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Mengadakan Lomba Desain Poster “Cara Menghadapi Covid-19”

  1. Agar masyarakat Indonesia tetap produktif dan kreatif selama masa pandemi dan tetap DiRumahAja, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur mengadakan Lomba Desain Poster bertema “Cara Menghadadpi Covid-19”. Sedangkan sub tema yang dapat dipilih peserta adalah,
  • Bagaimana cara melakukan Work From Home.
  • Bagaimana cara Menjaga Imunitas Tubuh.
  • Phisichal Distancing.
  • Jangan Mudik.

Lomba yang diadakan untuk umum ini melakukan publikasi tanggal 4 Mei 2020 melalui melalui akun @Lombambem_ubl, media partner internal kampus Budi Luhur, yaitu: @bemfikomubl, @Fikombudiluhur, @dkv.budiluhur, @ublpublicrelations, maupun media partner luar kampus, yaitu: @lombadesign, @infolombaplus, @youthoffers.

 

Penerimaan poster dilakukan 4-18 Mei 2020, dan panitia menerima 113 poster dari 26 kota/kabupaten di Indonesia. Antara lain: Samarinda, Mojokerto, Bogor, Nganjuk, Tangerang, Jakarta. Penilaian dilakukan tanggal 19 Mei 2020 dengan Dewan Juri yang beranggotakan: Ibu Riyodina G. Pratikto, M.Si; Bapak Ricky W Putra, M.Sn; Bapak Dhika Purnama Putra, S.Ikom. Dalam sidang dewan juri terpilih sebagai pemenang,

Juara I : Abraham Tristan Prawira Wibowo, Jakarta

Juara II : Rizki Amanda, Kalimantan Utara

Juara III : Muhammad Badri, Bogor

Peserta lomba ini tidak dipungut biaya apapun, namun panitia justru memberikan hadiah uang kepada pemenang. Pemenang I sebesar Rp. 300.000, pemenang II sebesar Rp. 200.000 dan pemenang III sebesar Rp. 100.000. Lomba ini adalah wujud kuliah praktek Event Management yang kami ambil, yang diikuti oleh 12 mahasiswa dari konsentrasi Public Relations dan Advertising, dengan dosen pembimbing: Ibu Liza Dwi Ratna Dewi, M.Si.

Kevin Sebastian selaku ketua panitia mengatakan “Tujuan dari diadakannya acara Lomba Desain Poster yaitu untuk meningkatkan kreativitas peserta di saat menjalani karantina di rumah masing-masing dan mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dan media sosial yang ada secara prodktif dan kreatif”. Seluruh panitia sepakat dengan slogan lomba “Jangan sembunyikan kreatifitas kamu, selalu mencoba kesempatan. Jangan menyerah di satu kesempatan, karena masih ada kesempatan lainyang menunggu kamu.” Salam Budi Luhur. Tim Kelas Event Manage

Universitas Budi Luhur dan Duta Besar Indonesia Untuk Ethiopia Ingin Tingkatkan Kerja Sama

Universitas Budi Luhur dan Duta Besar Indonesia Untuk Ethiopia Ingin Tingkatkan Kerja Sama

Addis Ababa: Banyak perguruan tinggi di Ethiopia yang ingin mengadakan kerja sama dengan Indonesia, terutama dalam bidang riset dan penelitian serta pertukaran staf pengajar dan mahasiswa. Sebaliknya, di Indonesia juga banyak perguruan tinggi yang ingin mengadakan kerja sama dengan Ethiopia.

Konferensi Virtual Universitas Budi Luhur bersama Dubes RI untuk Ethiopia

Salah satu perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Budi Luhur di Jakarta. Diharapkan delegasi dari universitas tersebut dapat segera berkunjung ke Ethiopia setelah wabah virus korona (covid-19) berakhir.

Hal itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia Al Busyra Basnur setelah mengadakan konferensi virtual dengan Rektor Universitas Budi Luhur Jakarta, Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc. M.M. dalam acara Discussion From Home (DFH) pada Jumat 22 Mei.

Dalam keterangan tertulis KBRI Addis Ababa yang diterima Medcom.id, Sabtu 23 Mei 2020, diskusi diikuti 100 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen dan pimpinan perguruan tinggi serta masyarakat umum.

Diskusi tersebut juga membahas cara-cara Ethiopia dan Uni Afrika dalam menangani wabah covid-19. Uni Afrika adalah organisasi 55 negara Afrika, yang markas besarnya di Addis Ababa, Ethiopia.

Dubes Al Busyra, yang bertugas di Ethiopia, merangkap Djibouti dan Uni Afrika, lebih lanjut mengatakan bahwa dua perguruan tinggi Ethiopia, yaitu Universitas Bahir Dar dan Universitas Hawassa, telah berkunjung ke Indonesia pada 2016 dan 2018 serta mengadakan pertemuan dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka Indonesia.

Beberapa perguruan tinggi Indonesia juga telah berkunjung ke Ethiopia, dengan yang terakhir adalah delegasi dari Universitas Airlangga pada Oktober 2019. Delegasi tersebut juga mengadakan pertemuan dengan pejabat Uni Afrika dalam membicarakan African Continental Free Trade Area (ACFTA).

Pada 2016, Universitas Bahir Dar dan Universitas Sebelas Maret, Surakarta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Ini adalah MoU pertama antar perguruan tinggi Indonesia dengan Ethiopia.

“Sebetulnya pada semester pertama 2020, KBRI Addis Ababa menyelenggarakan beberapa kegiatan antar perguruan tinggi Indonesia-Ethiopia, namun karena wabah covid-19, penyelenggaraan kegiatan tersebut ditunda sampai kondisi memungkinkan,” kata Dubes Al Busyra.

Dalam diskusi tersebut, Dubes Al Busyra juga memperkenalkan buku yang baru saja selesai ia tulis berjudul “Catatan Duta Besar RI, ETHIOPIA,” Edisi Pertama. Buku tentang kegiatan diplomasi Indonesia selama satu tahun masa penugasan tersebut akan diluncurkan pada 20 Juli 2020.

Rektor Dan Para Dekan Ajak Mahasiswa Siap Hadapi “New Normal”

Rektor Dan Para Dekan Ajak Mahasiswa Siap Hadapi “New Normal”

Kamis, 21 Mei 2020, Talkshow Hari Raya (THR) menjadi  salah satu agenda acara Universitas Budi Luhur selama bulan ramadan kali ini.  THR menghadirkan pembicara – pembicara yang ahli dalam bidangnya seperti ekonomi, sosial & politik, teknik, komunikasi dan teknologi yang dilaksanakan pukul 20.00 – 21.30 WIB via zoom meeting dan live streaming youtube.

Kebijakan #DiRumahAja, yaitu bekerja, belajar, dan beribadah di rumah masing-masing telah berjalan selama 3 bulan. Usai Lebaran Pemerintah memutuskan untuk berdamai dengan virus covid19, melalui tatanan hidup baru atau new normal.

Kegiatan THR pada aplikasi via zoom dengan menghadirkan pembicara dari para Dekan Universitas Budi Luhur
Kegiatan THR pada aplikasi via zoom dengan menghadirkan pembicara dari para Dekan Universitas Budi Luhur

Keadaan “New Normal” menjadikan tantangan untuk Indonesia kedepan dalam menghadapi covid 19, keadaan ini juga menarik perhatian masyarakat khususnya institusi pendidikan diantaranya Universitas Budi Luhur. Belajar mengajar daring menjadi sebuah kebiasaan baru (New Normal) yang diterapkan oleh Universitas Budi Luhur pasca pandemi.

Kegiatan THR menjadi lebih menarik dengan menghadirkan dekan Universitas Budi Luhur yang sudah ahli dibidangnya yakni ekonomi dan bisnis, sosial & politik, teknik, komunikasi dan teknologi dan diikuti oleh sebanyak 192 peserta.

Pendapat dari beberapa pembicara terhadap keadaan “new normal” pada bidang pendidikan diantaranya Deni Mahdiana selaku Dekan Fakultas Teknologi Informasi menjelaskan bahwa “Ini merupakan momentum untuk mengubah pola  pendidikan di negara ini mengarah ke kondisi digital transformation kearah education 4.0. Jadi janganlah menjadikan pandemic ini menjadi sesuatu yang sangat menakutkan tapi sebagai momentum kita untuk mencari peluang-peluang baru maupun inovasi-inovasi yang bisa kita create di dunia baru dan diharapkan kondisi ini akan mengubah menjadi masa depan yang lebih baik untuk masyarakat” ungkapnya.

Lain halnya pendapat dari Nawiroh Vera selaku Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi dalam menghadapi situasi “New Normal” pada bidang pendidikan yakni “Bagi kami selaku insan akademik yang berkecimpung di dunia  pendidikan, harus siap dalam menghadapi kondisi maupun situasi apapun termasuk situasi pandemic saat ini. Cara yang harus dilakukan adalah tetap semangat, tetap optimis, positive thinking dan khususnya bagi Fikomers tetap kreatif bukan lagi siap kreatif, tetapi Tetap Kreatif, harus kreatif” ungkap Ibu Nawiroh Vera.

Dalam bidang Ilmu Sosial dan Politik Bapak Rusdiyanto menyampaikan “Beradaptasi terhadap diri sendiri tanpa meninggalkan aktivitas-aktivitas kita” ungkapnya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Budi Luhur, Bapak Amir indrabudiman menjelaskan  Bagian dari sisi ekonomi nya untuk keadaan saat ini “Pandemic covid 19 ini menjadi seleksi alam bagi kita semua sehingga lahirlah apa yang disebut new normal itu yang dimana kita harus beradaptasi dengan berpikir kritis, kreatif dan kolaboratif dengan begitu kita dapat mengambil peluang untuk melewati pandemic ini” ucapnya.

Sementara itu, Bapak Nazori sebagai Dekan Fakultas Teknik, menyampaikan “kita harus menyikapinya dengan baik, dan Universitas Budi Luhur sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk seluruh civitas akademika dalam menghadapi keadaan “New Normal” ungkapnya.

Rektor Universitas Budi Luhur Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., MM, selaku moderator pada acara ini menjelaskan “Dengan melansir pandangan ahli, bagaimana sudah diperkirakan oleh para ahli bahwa akan terjadi perubahan, manusia Indonesia khususnya, dan manusia pada umumnya adalah makhluk sosial yang selalu ingin berinteraksi.

Oleh karena itu, mengenai pengembalian kebiasaan mungkin akan berat. Tidak bisa lagi seperti kemarin. Mungkin kita kan berubah, mungkin jarak bangku duduknya tidak bisa nempel-nempel lagi. Kita kan jaga jarak nya juga, dengan pakai masker dan sebagainya. Itu kita tidak tahu seperti apa nantinya,” ujarnya

Penulis: salsabilla

Ramadan Usai, WFH Selesai?

Ramadan Usai, WFH Selesai?

Universitas Budi Luhur menyelenggarakan  Talkshow Hari Ramadan dengan mengangkat tema Lebaran Usai, WFH selesai? Yang dilaksanakan pada kamis, 21 Mei 2020 melalui aplikasi Zoom.

Talkshow Hari Ramadan di narasumberi oleh setiap dekan Fakultas Universitas Budi Luhur diantaranya Dr. Deni Mahdiana, M.M., M.Kom selaku Dekan Fakultas Teknologi Informasi; Dr. Ir. Nazori AZ, M.T. Dekan Fakultas Teknik; Dr. Nawiroh Vera, M. Si  Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi; Dr. Amir Indrabudiman P, S.E., M.E. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Dr. Rusdiyanta, S.I.P., S.E., M.Si Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan dimideratori secara langsung oleh Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M selaku Rektor Universitas Budi Luhur

Penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia semakin luas. Pemerintah menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui gerakan #DiRumahAja, hal sederhana namun penting untuk dilakukan demi menjaga keselamatan bersama. Bekerja, belajar, dan beribadah di rumah masing-masing work from home menjadi pilihan yang tepat saat ini. Selain itu, kondisi dari berbagai aspek pun akan berpengaruh setelah lebaran ini mulai dari Ekonomi, Sosial & politik, Komunikasi, teknologi dan teknik yang berhubungan dengan pandemi ini.

Diharapkan kegiatan ini menambah wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat dalam menghadapi pandemik covid 19 di setiap bidangnya baik itu Ekonomi, Sosial & politik, Komunikasi, teknologi dan teknik.

Geliat Pusat Pandemi Covid-19 di Beijing

Geliat Pusat Pandemi Covid-19 di Beijing

Setelah hampir 90 hari lebih berjibaku memerangi virus corona Ibukota China, Beijing perlahan mulai menggeliat. Roda kehidupan di berbagai sektor bergerak kembali. Beijing mulai merelaksasi level emergency, kurang lebih 75 persen aktivitas masyarakat berjalan normal. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan dengan mengadaptasi norma-norma baru, seperti menggunakan masker, handsanitizer, cuci tangan, dan membatasi daya tampung pengunjung restoran serta memberlakukan jaga jarak di pusat-pusat keramaian dan wisata.

Kegiatan Live Streaming di instagram @kampusbudiluhur Secara Ekslusif dengan Bapak Djauhari Oratmangun selaku Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia

Situasi new normal kota Beijing ini diceritakan oleh Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun dalam program Berbagi Kurma (Kuliah Ramadan) di instagram live @kampusbudiluhur.

Kesuksesan China dalam mengatasi pandemi covid19 barangkali bisa ditiru oleh Indonesia. Salah satunya adalah adanya sanksi sosial yang berat. “Disini kalau keluar harus seijin RT/RW setempat. Ada kejadian orang Indonesia yang merasa tidak diawasi secara ketat kemudian pergi saja tanpa ijin. Begitu kembali tidak diterima. Mau ke hotel, hotel ga terima, telpon ke kbri, kbri juga kan ga bisa terima karena waktu itu ada peraturan tidak boleh terima tamu. Udah nangis aja dia.., contoh lain saat tinggal di apartment kalau ada yang melanggar akan dikucilkan oleh warga. Jadi memang sanksi sosialnya itu yang berat.”
Semangat nasionalisme China dalam memerangi virus corona juga sangat ampuh dalam menumbuhkan rasa kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat. “Medsos-medsos disini ga ada berita-berita yang negatif. Malah di medsos itu beredar lagu-lagu kalo di kita lagu-lagu perjuangan seperti maju tak gentar, tanah airku indonesia itu diputar disini. Lalu terkenal kan ada Jia You Wuhan dll, itu kan membangkitkan rasa semangat.” ujar Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun.

Di sisi lain meski ekonomi di china terpuruk namun sektor digital ekonominya justru melonjak sebagai dampak dari kebijakan Work From Home. Kondisi ini bisa menjadi salah satu peluang kerjasama Indonesia-China. Peluang peningkatan hubungan dibidang perdagangan juga cukup menjanjikan di sektor industri kesehatan, healhty food dan herbal indonesia.

Saat ini Indonesia bahkan menguasai pasar China terkait sarang burung walet sekitar 70 persen. “Sarang burung walet disini harganya mahal sekali karena kepercayaan disini menyangkut kolagen bagus untuk kulit, kesehatan ibu-ibu dll. Yang kedua buah-buahan tropis buah nanas, karena nanas kita termasuk nanas yang enak. Buah naga, alupukat, minyak kelapa sawit, kopi dan kakao dan produk kelautan ekspor ikan dan udang meningkat luar biasa.” ujar Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun.

Saat ini setiap negara yang sedang berjuang melawan covid19 memiliki kebijakan berbeda-beda sesuai dengan situasi dan kondisi negara tersebut. “ Setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda jangan dibanding-bandingkan karena situasi dan kondisnya beda. Cerita-cerita sukses negara yang berhasil keluar dari covid adalah kombinasi peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah dan kemudian secara bersama-sama menjadi satu masyarakat dispilin dalam menjalankannya.” ujar Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun.’

Program Instagram Live Eksklusif bersama Dubes RI untuk RRT merangkap Mongolia ini merupakan rangkaian kegiatan Universitas Budi Luhur dalam upaya turut mengedukasi covid19. Universitas Budi Luhur juga turut mengambil bagian untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak oleh pandemi COVID-19 dengan memberikan potongan biaya pendidikan sebesar 50% bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di Universitas Budi luhur.

Penulis:Salsabilla

Belajar Lockdown Dari Negara Thailand Bersama Duta Besar RI untuk Thailand

Belajar Lockdown Dari Negara Thailand Bersama Duta Besar RI untuk Thailand

Thailand menjadi salah satu yang berhasil merasakan manfaatnya dari lockdown. Setelah satu bulan penuh melakukan kebijakan penguncian wilayah, sejak 13 mei 2020 dilaporkan tidak ada kasus baru pasien terinfeksi covid19. Sebagai negara kerajaan Thailaind memiliki rakyat sangat patuh terhadap segala peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintahannya. Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Prayuth Can Ocha, Thailand bertindak sangat cepat dengan mengeluarkan kebijakan keadaan darurat saat ditemukan adanya kasus positif covid19 untuk pertama kalinya.

Thailand menjadi negara kedua yang mengumumkan kasus covid19 setelah Cina dan menjadi negara ke 20 yang memutuskan untuk lockdown sejak 23 Maret 2020.

Universitas Budi Luhur mengadakan instagram live @kampusbudiluhur bersama Duta Besar RI untuk Thailand Ahmad Rusdi

Dalam program berbagi kurma (kuliah ramadan) yang diadakan Universitas Budi Luhur melalui platform Instagram Live secara eksklusif Duta Besar RI untuk Thailand Ahmad Rusdi menceritakan bagaimana ketat dan patuhnya warga Thailand saat lockdown.

“Lockdown yang diterapkan disini cukup ketat dan komprehensif. Bahkan termasuk kebijakan lockdown dibandara swaraabumi dan dong muan, sehingga turis-turis asing yang masuk ke thailand itu dperketat.

Ada pula pemberlakuan jam malam yang begitu ketat dengan penjagaan dari polisi. Rakyat juga sangat patuh, sehingga bener-bener pada malam hari tidak ada yang keluar. Antar propinsi transportasi dikurangi sampai 80 persen . Bahkan Perbatasan malaysia, laos, kamboja ditutup. Hal ini menjadikan covid di Thailand cepat diatasi. “ Ujar Dubes RI untuk Thailand Ahmad Rusdi.

Meski sang raja Thailand sempat menjadi kontroversi karena melakukan isolasi diri bersama 20 selirnya di Jerman, namun tak menyurutkan tingkat kepatuhan warganya, bahkan sejak awal kasus covid Indonesia dengan Thailand saling bersaing jumlah kasus covid, tapi kini indonesia lebih melejit, sementara Thailand telah melonggarkan kebijakan lockdown. “Di indonesia beberapa kebijakan seperti PSBB masih banyak pelanggaran, kalau disini saya sendiri sudah dua bulan yang namanya keluar kantor baru sekali ngeliat keadaan, karena sudah mulai ada pelonggaran lockdown. Di China, Korea,Spanyol dan Italia juga ada kelonggaran.

Rakyat sangat patuh pada peraturan dan disini yang namanya umat beragama melalui biksu-biksu dan pemimpin agama mereka dalam menyampaikan kepada rakyat itu patuh sekali.” Ujar Dubes RI untuk Thailand Ahmad Rusdi.
Dubes RI untuk Thailand Ahmad Rusdi juga menyampaikan selalu ada hikmah dibalik bencana ini. “ Kita bisa mengambil hikmahnya yaitu yang luar biasa itu, tidak menyurutkan semangat kita untuk meningkatkan belajar beribadah berikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga kita sama2 di bulan suci ini dapat menghadapi covid dan diberikan kesehatan, keberkahan oleh Allah SWT.” Ujarnya.

Instagram Live bersama Dubes RI untuk Thailand ini berlangsung Eksklusif! selama satu jam mulai pukul 16.00-17.00 wib dengan dipandu oleh host Anastasya Putri. Program ini merupakan rangkaian kegiatan Universitas Budi Luhur dalam upaya turut mengedukasi covid19. Universitas Budi Luhur juga turut mengambil bagian untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak oleh pandemi COVID-19 dengan memberikan potongan biaya pendidikan sebesar 50% bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di Universitas Budi luhur.

Penulis : Salsabilla

Universitas Budi Luhur Berbagi Kuliah Ramadhan (KURMA) Bersama Duta Besar Argentina Niniek Kun Naryatie “Denyut Nadi Argentina Saat Lockdown”

Universitas Budi Luhur Berbagi Kuliah Ramadhan (KURMA) Bersama Duta Besar Argentina Niniek Kun Naryatie “Denyut Nadi Argentina Saat Lockdown”

Denyut Nadi kota Buenos Aires di Negara Argentina yang dikenal sebagai Parisnya di Amerika Selatan kini tengah menurun. Dalam program Berbagi Kurma (Kuliah Ramadan) bersama Dubes RI untuk Argentina merangkap Uruguay dan Paraguay Niniek Kun Naryatie

Sebelum covid19 mewabah, Buenos Aires adalah kota yang sangat ekspresif. Warganya selalu berkegiatan di luar, restoran dan cafe selalu penuh dengan hiburan para penari tango dan tradisi mirenda atau minum kopi sambil makan kue, ada pula kebiasaan barbeque dan saat akhir pekan taman-taman penuh dengan orang-orang yang berolahraga. Namun seketika mendadak menjadi kota yang sangat sunyi sejak kebijakan Lockdown tanggal 20 maret 2020 . Kebijakan Lockdown yang sudah diperpanjang hingga 4 kali ini tak serta merta diterima dengan senang hati. “Ya walaupun ada law enforcement yang kuat, pelanggaran tetap terjadi juga. Ada sekitar 6 juta orang diberi surat peringatan dan sebanyak 800 orang yang dibui 6 bulan hingga 2 tahun. Jadi bukan sesuatu yang langsung diterima dengan senang hati.” Ujar Dubes Argentina Niniek Kun Naryatie. Dampak dari lockdown ini juga membuat sektor-sektor ekonomi sangat terpukul hingga mengalami krisis ekonomi yang sangat berat, memiliki hutang yang cukup besar di IMF hampir 56 miliyar dollar.

Kegiatan Kuliah Ramadhan secara live dan eklusif di instagram @kampusbudiluhur bersama Dubes Argentina

Kebijakan lockdown ini sukses menurunkan jumlah kasus positif terinfeksi covid19 di Argentina. Data terakhir tercatat hingga Mei 2020 mencapai sekitar 6000 kasus, namun kasus baru positif covid19 perlahan mulai menurun. Interaksi sosial pun juga berubah, teknologi menjadi jembatan untuk saling terhubung dari rumah. Masyarakat diwajibkan menggunakan aplikasi layanan pesan makanan secara online. Metode belajar juga beralih menggunakan online.

Kesuksesan negara Argentina dalam menghadapi pandemi covid19 tak semata-mata karena ada sanksi pidana terhadap pelanggar kebijakan lockdown, namun kuncinya terletak pada kepedulian masyarakat. “Yang patut dicontoh disini adalah walaupun ada ancaman pidana tetapi kesadaran mereka terhadap kewajibannya untuk melindungi orang lain itu sangat tinggi. Perlu kita acungi jempol. Salah satunya, setiap jam 9 malam selalu ada acara pukul-pukul panci sebagai apresiasi mereka terhadap tenaga medis di seluruh apartemen. Ini menunjukkan bahwa tenaga medis yang ada diluar sana, perlu kita apresiasi karena mereka ada ditengah bencana covid untuk melindungi kita. Denyut nadi negri tango memang terkontraksi tetapi yakinlah bahwa pasti bisa kembali lagi ke situasi yang baru walaupun memerlukan perubahan dari kita”. Ujar Niniek Kun Naryatie Dubes RI untuk Argentina.

Instagram Live bersama Dubes RI untuk Argentina ini berlangsung Eksklusif! selama satu jam mulai pukul 20.00-21.00 wib dengan dipandu oleh tuan rumah Alfan Harahap. Program ini merupakan rangkaian kegiatan Universitas Budi Luhur dalam upaya ikut mengedukasi bersama19.

Universitas Budi Luhur turut turut mengambil bagian untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak oleh pandemi COVID-19 dengan memberikan potongan biaya pendidikan sebesar 50% untuk calon mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di Universitas Budi Luhur

Penulis: salsabilla

WhatsApp chat