Kami Ada Untuk Anda

Kami Ada Untuk Anda

Salam Budi Luhur..! Bagi para Blutizen yang membutuhkan pelayanan dari kami akan tetapi riskan keluar rumah dikala pandemi seperti ini, Anda tidak perlu khawatir. Silakan hubungi nomor Whatsapp di bawah ini untuk mempermudah mobilitas Anda sehari-hari.

Info Administrasi Akademik : 085212563161

Info Keuangan dan Pembayaran Kuliah : 08118384003 atau 08118384007

Info Kampus : 08118714455

Info Pendaftaran dan Pembayaran Mahasiswa Baru Reguler : 08118714455 atau 08111939479

Info Pendaftaran dan Pembayaran Mahasiswa Kelas Karyawan : 0811906444

 

 

 

Universitas Budi Luhur  Ringankan Beban Mahasiswa yang Terdampak Covid-19

Universitas Budi Luhur Ringankan Beban Mahasiswa yang Terdampak Covid-19

Jakarta, 29 Juli 2020 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Budi Luhur menyelenggarakan forum diskusi akademik membahas “Pembelajaran di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru” secara daring dengan pembicara Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M selaku Rektor Universitas Budi Luhur, Dr Goenawan Brotosaputro, S.Kom., M.Sc selaku Deputi Akademik & Kemahasiswaan, Dr. Deni Mahdiana selaku Dekan FTI, Dr. Amir Budiman selaku Dekan FEB, Dr. Rusdiyanta selaku Dekan FISIP, Dr. Nazori selaku Dekan FT, Dr. Nawiroh Vera selaku Dekan FIKOM, Dr. Krisna Adiyarta selaku Direktur DRPM dan Dr. Arief Wibowo selaku Direktur DKKA.

Pasca covid-19 tentunya membuat mahasiswa mempertanyakan perihal komponen biaya kuliah yang harus dibayarkan seperti BOP, biaya gedung, biaya sks dan sebagainya. Mengingat bahwa selama pandemi, perkuliahan dilakukan secara daring. Ditambah lagi mahasiswa harus membeli kuota internet untuk menunjang semua kegiatan.
“Memang selama pandemi mahasiswa tidak menggunakan kelas, tapi pembelajaran tetap berjalan, salah satunya pihak kampus memperbaiki server supaya perkuliahan jarak jauh itu bisa berjalan nyaman lancar dan tidak mengganggu mahasiswa. Jadi mudah-mudahan mahasiswa paham bahwa kenapa BOP tetap harus dibayarkan, karena kegiatan di kampus tetap ada.” Jelas Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M selaku Rektor Universitas Budi Luhur.
Maka dari itu upaya Universitas Budi Luhur dalam menanggapi hal tersebut dengan memberikan 3 tipe keringanan yakni:

1. Memberikan perpanjangan waktu pembayaran biaya kuliah.

2. Memberikan fasilitas mencicil biaya kuliah.

3. Memberikan bantuan berupa potongan uang kuliah selama 1 semester. Bantuan ini khusus untuk yang terkena dampak langsung.

Syarat untuk mendapatkan keringanan tersebut yakni mahasiswa yang terkena dampak langsung ataupun tidak langsung covid-19 sehingga tidak mampu membayar biaya kuliah, caranya dengan menghubungi dosen penasihat akademik (PA) dan melampirkan tanda bukti berupa surat keterangan.

Perihal kuota internet, Universitas Budi Luhur pun telah membuat kesepakatan dengan provider agar memberikan kuota yang nantinya digunakan khusus untuk mengakses LMS.

“Untuk mahasiswa yang masih terbilang cukup mampu marilah gunakan energi kita untuk hal-hal postif dengan menggalang dana untuk teman-temannya yang terkena dampak covid-19.” Ungkap Dr. Nawiroh Vera selaku Dekan FIKOM. Marilah kita utamakan empati untuk teman-teman yang tidak bisa melanjutkan kuliah.

Tentunya hal tersebut sejalan dengan misi Universitas Budi Luhur, yakni membentuk karakter yang cerdas dan berbudi luhur “Cerdas dan berbudi luhur adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Kecerdasan tanpa diimbangi budi luhur akan cenderung membodohi dan mencelekakan orang, sebaliknya budi luhur tanpa diimbangi kecerdasan akan menjadi sasaran kejahatan dan penindasan orang lain.” Drs. Jaetun Hs, Pendiri yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti.

Berbagi Pandangan Pasca Pandemi Bersama Duta Besar RI Untuk Rusia Dalam Webinar bertajuk “Russia, Pandemic Covid-19 and the Global Powers”

Berbagi Pandangan Pasca Pandemi Bersama Duta Besar RI Untuk Rusia Dalam Webinar bertajuk “Russia, Pandemic Covid-19 and the Global Powers”

Discussion From Home ke-5 yang diadakan oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur kali ini bertajuk “The World After Pandemic Covid-19: A new Normal? Russia, Pandemic Covid-19, and the Global Powers” dengan menghadirkan pembicara Mohamad Wahid Supriyadi selaku Duta Besar RI untuk Rusia, Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., MM selaku Rektor Universitas Budi Luhur dan AMB Sunten Z. Manurung, S.H selaku Direktur Kerjasama.

Dalam webinar kali ini Dubes RI untuk Rusia mengatakan bahwa pasca pandemi covid-19 kita akan hidup dalam suasana yang sebenarnya tidak normal. “New normal merupakan kondisi pasca normal, kita masuk pada satu era yang tidak terbayangkan sebelumnya, suka tidak suka kita harus tinggal dengan covid-19 sampai menemukan vaksin, maka kita akan hidup di suasana yang sebenrnya tidak normal.” Kata Mohamad Wahid Supriyadi (27/07/20).

Jika berbicara krisis, tentu semua negara di dunia ini terkena dampaknya tidak peduli apakah negara itu demokrasi atau tidak. Krisis yang terjadi berupa krisis ekonomi dan krisis politik serta munculnya konflik antar negara, seperti yang terjadi sekarang yakni hubungan antar negara Amerika Serikat, Tiongkok dan Rusia yang sedang bersitegang. Dubes RI untuk Rusia mengakui bahwa Rusia sendiri memiliki banyak permasalahan yang kompleks, baik dengan kedua negara adidaya, maupun dalam wilayah domestiknya.

Sementara itu hubungan Indonesia dengan Rusia masih terjalin dengan baik. Terbukti dengan upaya-upaya yang telah dilakukan salah satunya yakni mengadakan sebuah “Festival Indonesia” yang isinya pedagang-pedangan yang menjual produk dari Indonesia. Tentunya dengan adanya festival ini bisa menyatukan G to G, militer to militer, business to business, people to people sehingga Indonesia pun semakin terkenal di Rusia. Bahkan 7 mahasiswa di Rusia telah mengambil skripsinya mengenai diplomasi budaya dengan menghadirikan festival Indonesia sebagai objek penelitiannya.

Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., MM selaku Rektor Univesritas Budi Luhur berharap kedepannya bisa dilakukan kerjasama, “Kami berharap nantinya ditindaklanjuti dengan kerja sama yg bisa kita lakukan dengan Perguruan Tinggi Rusia dan di fasilitasi oleh KBRI Rusia.” Jelasnya.

Sebelumnya mahasiswa Universitas Budi Luhur juga telah magang di KBRI Moscow. Dubes RI untuk Rusia mengatakan bahwa Universitas Budi Luhur dan kedepannya tentu memiliki peluang besar untuk melakukan kerjasama dari segi Teknologi dan IT.

Karya Tugas Akhir Mahasiswa FIKOM Universitas Budi Luhur di Tengah Pandemi Covid-19

Karya Tugas Akhir Mahasiswa FIKOM Universitas Budi Luhur di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, 21 Juli 2020 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur telah mengadakan screening karya tugas akhir yang dilakukan secara daring via zoom. Dihadiri oleh Bintaro Wicaksono, M.Sn selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Haronas Kutanto, S.PT., M.I.Kom selaku Kepala Konsentrasi Broadcast Journalism, para dosen pembimbing dan peserta tugas akhir.


Screening ini menampilkan sebanyak 8 karya dan nantinya akan melakukan battle screening “Next screening akan dilakukan secara battle screening antara FIKOM Budi Luhur dengan UMY Yogyakarta.” Lanjut Kaprodi FIKOM. 8 karya tersebut terdiri dari film dokumenter, game hingga 3D virtual tour dengan keungulannya masing-masing di antaranya:

Cerita Pendaki (Dokumenter) karya Deby Ayu & Zenith Adam, merupakan karya broadcast journalism berupa film dokumenter tentang pendakian dan memperlihatkan medan Gunung Sindoro untuk menekan angka kecelakaan di gunung dan mengenai sampah.
News Dairy (Dokumenter) karya Heriyanto & Dian Puspita, menceritakan tentang keseharian seorang jurnalis/reporter dari mulai mencari berita, wawancara narasumber, hingga menulis naskah. Dengan mengahadirkan narasumber yang credible di bidang jurnalistik, yang mana semua jurnalis ini adalah lulusan Universitas Budi Luhur.

Melebihi Batas (Dokumenter) karya M.Munip Ghozali & Muhammad Rizky merupakan karya dokumenter mengenai mobil truck yang kapasitas muatannya berlebihan (Over Dimension & Overload) di Tangerang. Sehingga menyebabkan banyak kecelakaan dikarenakan jalanan rusak, berdebu dan licin. Tentunya hal tersebut juga melanggar Undang-Undang.

Pusaka (Game Development) karya Ahmad ThabaThaba’i merupakan karya DKV dalam bentuk game tentang pengenalan senjata tradisional Indonesia yakni kujang yang didukung oleh visual dan cerita yang menarik.
3D Virtual Tour (Aplikasi Dekstop) karya Muhammad Saufa Mahardika, merupakan karya pertama yang dibuat oleh mahasiswa DKV Universitas Budi Luhur, dengan memberikan informasi terkait Budi Luhur seperti unit-unit yang ada di Budi Luhur. Sehingga bagi calon mahasiswa baru bisa mengetahui tiap unit yang ada di Budi Luhur.
Harmoni Salatiga (Dokumenter) karya Ardian Nicolas & Aditya Dwi Putra, bercerita tentang kota Salatiga, Jawa tengah, yang menyandang predikat sebagai kota paling toleran di pulau Jawa. Pesan dari karya ini yakni bisa menjadi contoh dikehidupan nyata masyarakat Indonesia dalam menjaga tali persaudaraan lewat toleransi.

Petani Jantung di Ibu Kota (Dokumenter) karya Andre Feriscca & Ahmad Rizaldi, merupakan karya dokumenter biografi mengenai petani kecil mandiri. Di dalam dokumenter ini memiliki pesan terutama untuk anak-anak muda agar mau lebih mengetahui tentang dunia pertanian.

Explainer Prodi (3D Animasi) karya Rizki Dwi Hapsoro, tentang video eksplainer prodi DKV Budi Luhur yang menginformasikan keseharian mahasiswanya dari masing-masing konsentrasi. Berbentuk animasi 3D dan terdapat di media sosial maupun youtube dari DKV Budi Luhur, dengan gaya desain low poly agar mudah dipahami calon mahasiswa baru maupun masyarakat dalam penyampaian informasinya.
Tentunya membuat karya tugas akhir di tengah pandemi covid-19 seperti ini tidaklah mudah sehingga kita harus lebih kreatif lagi dan memanfaatkan teknologi informasi.

“Kendalanya saat observasi karena masa PSBB hanya bisa dilakukan melalui media sosial namun tidak mematahkan semangat.” Kata Rizki Dwi Hapsoro pembuat karya Explainer Prodi DKV. Harapannya semakin banyak yang berminat untuk bergabung di FIKOM Budi Luhur dengan pilihan tugas akhir disesuaikan dengan passionnya masing-masing.

Apa Kata Mahasiswa Universitas Budi Luhur Tentang Sidang Skripsi Online?

Apa Kata Mahasiswa Universitas Budi Luhur Tentang Sidang Skripsi Online?

Universitas Budi Luhur (UBL) menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang telah melaksanakan sidang skripsi online. Sebanyak 39 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik telah melaksanakan sidang online minggu pertama untuk periode 13-17 Juli 2020. Nantinya sidang online ini berlangsung hingga Agustus 2020.

Yayan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Budi Luhur

“Menurut saya sidang online itu seru.” Ungkap Yayan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Yayan mengaku senang dan juga lega telah menyelesaikan sidangnya “dan Alhamdulillah juga tadi sudah dinyatakan lulus, mau itu sidang online dan langsung sama-sama menegangkan. Ada moment tertentu yang membuat deg-degan karena saya harus fokus pada materi, fokus pada substansi, terus fokus ke akselarasi internet.” Lanjut Yayan.

Dalam pelaksanaan sidang terdapat tiga sesi, sesi pertama diisi dengan persiapan dan tanya jawab pembimbing. Sesi kedua diisi dengan tanya jawab tim penguji, sedangkan sesi tiga diisi dengan briefing penilaian dan pembacaan yudisium. Sidang dilakukan menggunakan Google meet.

Anggie Salah satu mahasiswa Universitas Budi Luhur Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dinyatakan lulus saat sidang online

“Di tengah pandemi covid-19 Alhamdulillah saya sudah selesai sidang skripsi dan Alhamdulillah saya lulus dari Program Studi Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur. Kendalanya sama ya deg-degan sama seperti sidang langsung cuma yang harus lebih dipersiapkan dari segi jaringan internet, selain itu hampir sama lain-lainnya yang perlu dipersiapkan seperti sidang biasa, untuk teman-teman yang belum sidang good luck!” Tambah Anggie

Orang Tua/ Walo Mahasiswa dari Anggie Mahasiswa Universitas Budi Luhur

Ini merupakan sidang online pertama kali yang dilaksanakan UBL di tengah pandemi covid-19 seperti ini “Bersyukur karena di tengah pandemi dan segala keterbatasan ini, saya masih dapat menyaksikan kegiatan sidang skripsi anak saya. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, khusus nya para dosen di kampus, semoga sehat selalu.” Kata salah satu Orang Tua/Wali mahasiswa.Tentunya ketika sidang online yang harus lebih dipersiapkan selain materi dan mental yakni jaringan internet harus memadai, mahasiswa juga harus tetap mengedepankan tata tertib, berpakaian rapih dan sopan dengan mengenakan almamater selama sidang berlangsung.

5 Tips Membangun Bisnis di Era Pandemi Covid-19 Bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana Indonesia (APRDI)

5 Tips Membangun Bisnis di Era Pandemi Covid-19 Bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana Indonesia (APRDI)

Di era New normal saat ini memaksa kita mesti pandai dalam mengelola keuangan dan perlu menyiapkan dana darurat bila sewaktu-waktu harus merogoh keuangan pribadi terutama disaat pandemi Covid-19 yang telah memicu krisis finansial. Selain personal, pelaku bisnis dan pasar saham pun turut mengalami kerugian terbesar dalam sejarah.

Universitas Budi Luhur (UBL) mengadakan seminar nasional secara daring pada Selasa 14 Juli 2020 yang dihadiri oleh Dr. Ir. Wendi Usino, MSc., MM selaku Rektor Universitas Budi Luhur, Dr. Setyani Dwi Lestari, ME selaku Ketua Program MM UBL dengan mengadirkan pembicara Mauldy R Makmur, MM selaku Direktur Ekskutif Dewan APRDI, Fahmi Arya, SE., Msc selaku Praktisi dan Pengurus PAPERDO.

Kegiatan Webinar Universitas Budi Luhur

Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana Indonesia (APRDI) merupakan wadah pertemuan perkumpulan yang terlibat pada kegiatan pengelolaan investasi pasar modal dan pasar uang di Indonesia. Ketua dewan APRDI Mauldy R Makmur mengatakan bahwa orang yang berinvestasi lebih kuat bertahan pada era krisis pandemi covid-19 “Dengan adanya pandemi covid-19 ini membuktikan bahwa orang yang memiliki investasi lebih kuat bertahan dibandingkan dengan yang tidak berinvestasi” Ujar Mauldy dalam seminar nasional bertajuk “Pentingnya Investasi dan Membangun Bisnis di Era New Normal Pandemi Covid-19.”

Maka dari itu kita sebagai anak muda perlu menyikapi hal tersebut untuk masa depan yang lebih pasti, salah satunya dengan membangun bisnis,Berikut ini 5 tips dalam membangun bisnis yakni:

Sebelum memutuskan untuk membuka bisnis sebaiknya buatlah financial planning terlebih dahulu agar semuanya terencana dengan baik.
Dalam membangun sebuah bisnis sangatlah penting untuk melakukan investasi. Sekarang sudah banyak yang menyediakan jasa investasi salah satunya ada reksa dana dengan 4 jenisnya.

Berorientasi pada tujuan investasi dan jangka waktu, jangan hanya mengikuti trend saja.
Untuk mahasiswa yang sedang membangun bisnis dan ingin berinvestasi berpikirlah simple jangan terlalu kompleks. Seperti yang diungkapkan Fahmi Arya selaku pengurus SE., Msc selaku Praktisi dan Pengurus PAPERDO “Mulai dari sekarang, mulai dari sesuatu yang paling simple terlebih dahulu di reksa dana dengan jenis pasar uang, berangkat dari perencanaan jangan berangkat dari ikut-ikutan.” Kata Fahmi.

Bergabunglah dengan Program Magister Manajemen Universitas Budi Luhur, karena terbukti lulusan Magister UBL mampu bersaing di dunia kerja dan kompeten dibidangnya. “Universitas Budi Luhur ini telah banyak menyalurkan ahli-ahli teknologi dan bisnis online.” Lanjut Fahmi.

Dengan adanya pandemi covid-19 mengajarkan kita dalam mengeksekusi keuangan dimulai dari sekarang untuk menghadapi masa depan lebih baik. Sebagai penutup Mauldy R Makmur, MM selaku Direktur Ekskutif Dewan APRDI mengatakan bahwa tidak perlu kaya untuk mulai berinvestasi. “Anda tidak harus kaya untuk investasi tapi dengan investasi anda bisa kaya.” Tuturnya.

Bank Sampah Budi Luhur Menjadi Referensi Studi Banding KKN Mahasiswa IPB University

Bank Sampah Budi Luhur Menjadi Referensi Studi Banding KKN Mahasiswa IPB University

Jakarta, 12 Juli 2020 Bank Sampah (BS) Budi Luhur (BL) kedatangan mahasiswa KKN IPB University dalam rangka studi banding yang berkenaan dengan tugas KKN IPB yakni “Proses Pendirian Bank Sampah” yang dilaksanakan pada Juli – Agustus. Dalam kunjungannya ini dilakukan sharing pengalaman dan pembelajaran tentang bersahabat dengan lingkungan untuk bekal kegiatan masyarakat dalam rangka melaksanakan tugas KKN nantinya. Ketika ditanya mengapa memilih study banding ke BS BL, perwakilan dari tim KKN IPB University mengakatakan bahwa bank sampah Budi Luhur berbeda pada umumnya.

M
Mahasiswa Universitas IPB mengunjungi Bank Sampah Budi Luhur di Universitas Budi Luhur

“Karena program dan kegiatan Bank Sampah Budi Luhur sangat berbeda  dengan bank sampah pada umumnya” Jelas Amira Amandanisa dari Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University.

Kegiatan yang dilakukan saat studi banding ini di antaranya yakni melihat Fasilitas Bank Sampah di kampus Budi Luhur, lalu ke tempat pemilihan dan pengolahan – pencacahan (botol gelas plastik) dan sampah yang mempunyai nilai jual, kemudian ke bank sampah yang berada di belakang, selanjutya memperlihatkan fasilitas yang disediakan Universitas Budi Luhur untuk kunjungan masyarakat hingga menuju ke Galeri BS BL dan stay di Kliinik Daur Ulang Bank Sampah Budi Luhur.

pemaparan mengenai sampah plastik bersama Umi Tutik di Bank Sampah Budi Luhur

Tim KKN IPB belajar dan praktek langsung bagaimana membuat kreasi daur ulang dari kemasan sachet plastik serta klaras (tulang daun) hingga karyanya jadi dari pkl 10:00 – 16:00 WIB di Klinik Daur Ulang Bank Sampah. Karya yang telah jadi dibawa pulang sebagai bentuk oleh-oleh dan kenang-kenangan dari Bank Sampah Budi Luhur. Selagi membuat karya kreasi daur ulang Tim KKN IPB mengatakan bahwa program yang ada di  Bank Sampah  Budi Luhur bagus.

Umi tutik memperlihatkan lokasi Bank Sampah Universitas Budi Luhur yang dimana terdapat mesin pencacah sampah botol atau gelas plastik untuk didaur ulang

Hj. Tutik Sri Susilowati biasa dipanggil Umi Tutik selaku Koordinator Bank Sampah Budi Luhur menegaskan bahwa ini merupakan salah satu cara untuk merealisasikan seperti apa sifat berbudi luhur itu. “Universitas Budi Luhur bukan hanya sekedar nama, Bank Sampah Budi Luhur salah satu wadah kegiatan belajar bersama mengenai sifat keluhuran budi dan langsung bisa merealisasikan dengan kegiatan nyata seperti apa berbudi luhur itu secara natural sesuai potensi diri dan cara masing-masing untuk sesama dan lingkungan.” Tuturnya.

 

 

WhatsApp chat