Universitas Budi Luhur Selenggarakan Webinar Tentang Cyber Security

Universitas Budi Luhur Selenggarakan Webinar Tentang Cyber Security

Jakarta – Universitas Budi Luhur mengadakan acara webinar seri seminar yang mengangkat tema “What is Cyber Security and Live Hacking”. Webinar ini dimoderatori oleh Dr. Imelda, M.Kom dan peserta webiner ini secara khusus diperuntukan untuk mahasiswa baru 2021.

Rektor Universitas Budi Luhur, Dr. Ir. Wendi Usino, MM, M.Sc mengatakan, profesi cyber security saat ini tengah diminati oleh generasi anak muda. Menurutnya, profesi sangat menjanjikan untuk masa depan dan dapat membantu mencegah cyber crime.

“Cyber security banyak digandrungi kaum milenial sekarang ini dan patut kita bahas dan ilmu yang bisa kita pelajari. Ini sangat bermanfaat, materi ini menarik sebagai bekal karir atau studi. Dunia sekarang ini aktivitasnya sudah dilakukan melalui cyber. Karena itu, kita harus paham dunia cyber, anda bisa menjadi cyber army, anda bisa membantu mencegah kejahatan di dunia cyber,” ujar Dr. Wendi.

Deputi Rektor Bidang Teknologi dan Inovasi, Dr. Mardi Hardjianto, M.Kom mengatakan, cyber crime sekarang ini sudah banyak terjadi maka perlu adanya keamanan. Menurutnya, apabila di suatu perusahaan tidak memiliki keamanan dan tidak ada orang yang paham cyber security, maka situs website perusahaan tersebut mudah dibobol atau di-hack.

“Mungkin situsnya itu tidak dijaga dengan baik. Orang kalau buat situs web kalau tidak ada security itu bunuh diri. Seringkali orang tidak paham security karena banyak penjahat di dunia ini. Cyber security harus terdepan menjadi penjaga,” ujar Dr. Mardi.

Pakar Programmer, Thariq Rafi Azhany menjelaskan, maraknya situs web di Indonesia sering terjadi pembobolan karena kurangnya perhatian terhadap Cyber security.

“Menurut saya orang-orang Indonesia masih belum care sama Cyber security misalnya web daerah bisa dibobol dari situs bisa dibuka dirubah data-data. Misalnya lagi ada salah satu web belanja tiba-tiba dibobol, BPJS datanya tersebar, vaksin data Jokowi juga terpublish artinya belum care,” jelas Thariq.