Universitas Budi Luhur Gelar Halal Bi Halal Secara Hybrid

Universitas Budi Luhur Gelar Halal Bi Halal Secara Hybrid

Jakarta, 25 Mei 2021 – Universitas Budi Luhur menggelar halal bihalal secara hybrid. Acara ini diselenggarakan virtual melalui Zoom dan kanal YouTube dan offline di Grha Mahardika, Universitas Budi Luhur, Jakarta pada Selasa, 25 Mei 2021 pukul 10.00 – 11.00 WIB.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro, MBA memberikan sambutannya.

“Suatu kebahagiaan, kami mengucupakan hari raya Idul Fitri 1442 dimana angka 42 itu mengikut angka ulang tahun Budi Luhur begitu juga selanjutnya 43, Budi Luhur ulang tahun ke-43,” ujar Pak Aang sapaannya.

Pak Aang berharap di kondisi pandemi sekarang ini tetap menjaga kesehatan dan mengikuti protokol kesehatan 3M (masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Ia mengatakan, di balik pandemi terdapat peluang yang bisa diraih.

“Kita sabar menghadapi pandemi ini, di balik pandemi ini banyak peluang yang bisa di cari jangan menunggu. New normal, tapi sudah 1 tahun banyak yang melepas masker. Berarti bukan kita sembrono, kita harus tetap 3M,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Budi Luhur Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc, MM, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar civitas akademika Universitas Budi Luhur dan mengajak saling maaf memaafkan.

“Alhamdulillah, teknologi membantuk kita melaksanakan halal bihalal. Ini terbatas hanya 50 orang dan hybrid. Karena itu selalu saling maaf memaafkan. Saya ucapkan terima kasih ke Pak Kasih Hanggoro sudah memberi arahan yang baik,” ujarnya.

Di tengah situasi pandemi, ia memberi motivasi dengan sebutan KECIL yaitu kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.

“Kalau kita kerja keras mengandalkan otot tapi kita sadari kerja keras saja hanya dapat 1:1 saja. Kalau kita berbarengan kerja cerdas, kita bisa bekerja dengan teknologi, ilmu dan pengetahuan. Kerja ikhlas itu dari hati, kita kerja memenuhi jasmani dan kesehatan. Tentunya dengan kecerdasan, kita dapat lebih maksimal,” katanya.

“Dan terakhir kerja ikhlas kerja itu seperti ibadah & panggila. Kita punya sikap yang lebih. Kita bekerja semaksimal mungkin, kerja kerasa, cerdas & ikhlas terakhir kerja tuntus,” lanjutnya.