Universitas Budi Luhur Gelar Bedah Buku “PR Crisis” Secara Virtual

Universitas Budi Luhur Gelar Bedah Buku “PR Crisis” Secara Virtual

JAKARTA – Tugas seorang public relations tak hanya sekedar bicara tentang citra dan reputasi, namun juga harus memiliki kemampuan untuk menghadapi krisis. Kehandalan PR diuji saat krisis melanda harus menciptakan strategi yang tepat dan membangun relasi secara personal dengan media untuk meredam krisis.

Berdasar latar belakang tersebut Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur berkolaborasi dengan Magister Ilmu Komunikasi bekerjasama dengan Nexus mengelar Bedah Buku “PR Crisis” secara virtual, pada hari Sabtu 24 April 2021. Acara ini menghadirkan ketiga penulis buku yakni Dr. Firsan Nova dan Dian Agustine Nuriman sebagai praktisi PR yang telah banyak menangani krisis komunikasi serta Mohammad Akbar jurnalis dari media nasional yang juga alumni Magister Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur. Sebagai pembedah buku “PR Crisis” adalah dosen Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Universitas Budi Luhur Dr. Afrina Sari.

Acara bedah buku dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Universitas Budi Luhur Dr.Umaimah Wahid, M.Si. “Kehadiran buku ini diharapkan bisa memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, khususnya di bidang ilmu komunikasi.”ujarnya

Menjaga dan membangun reputasi serta citra positif bagi setiap perusahaan tidak dibangun dalam waktu singkat, dibutuhkan proses komunikasi yang intensif dan terstruktur. “Caranya melalui pengelolaan dan pemantauan informasi serta komunikasi terstruktur dengan penyebarluasan informasi penting mengenai suatu brand atau perusahaan kepada publik,” ujar Dian Agustine Nuriman. Firsan juga menambahkan dalam krisis komunikasi itu sangat penting untuk memahami sentimen dan kekuatan publik. “Dengan mengetahuinya, maka akan bisa mereduksi kegagalan dalam menghadapi krisis. Sebaliknya tanpa pengetahuan yang cukup dalam memahami sentimen publik tersebut maka tak ada satupun yang bisa sukses,” ujarnya.

Setiap korporasi, komunitas maupun public figure yang menghadapi krisis komunikasi sangat penting untuk memahami dan menghadapi media. Akbar menyampaikan betapa kuatnya peran media dalam membentuk opini publik di masa krisis komunikasi. “Media bisa mendorong publik membenci orang yang tengah tertindas, di sisi lainnya media juga bisa mendorong publik mencintai pihak yang menindas. Inilah kekuatan media dalam membentuk opini publik tersebut,” ujar Mohammad Akbar alumnus Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Universitas Budi Luhur.

Dr. Afrina Sari yang menjadi pembedah melihat secara tampilan buku ini sangat menarik secara kemasan dengan pendekatan bahasa populer sehingga memudahkan banyak pihak untuk lekas memahaminya. “Gaya penulisan buku ini ini sangat jelas dan komunikatif, dengan kalimat yang singkat. Ditambah juga dengan ditampilkan beberapa contoh kasus untuk menguatkan teori menjadikan buku ini menjadi menarik untuk dimiliki dan dibaca,” katanya.

Universitas Budi Luhur Jakarta menggelar kajian bedah buku “PR Crisis” sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi guna melahirkan generasi cerdas berbudiluhur, kreatif dan inovatif di berbagai sektor. Kegiatan bedah buku ini diikuti sangat antusias oleh 100 peserta melalui aplikasi Google Meet.

WhatsApp chat