[:id]Universitas Budi luhur Bekali Calon Wisudawan dengan Nilai Kebudiluhuran[:]

[:id]Universitas Budi luhur Bekali Calon Wisudawan dengan Nilai Kebudiluhuran[:]

[:id] 

Untuk mencapai visi Universitas Budi Luhur yaitu “Cerdas dan Berbudi Luhur”, Pusat Studi Kebudiluhuran memberikan pembekalan mengenai nilai-nilai kebudiluhuran. Kegiatan pembekalan diperuntukkan bagi calon wisudawan dan wisudawati Universitas Budi Luhur dan Akademi Sekretari Budi Luhur. Kegiatan rutin semenjak tahun 2015 ini bertujuan untuk menjadikan nilai-nilai budi luhur sebagai panduan bagi lulusan Universitas dan Akademi Sekretari Budi Luhur dalam berbicara, bersikap, dan bertingkah laku.

Pembekalan nilai-nilai kebudiluhuran dilaksanakan pada tanggal 25 – 29 April 2017 yang diikuti oleh 1047 calon wisudawan jenjang D3, S1, dan S2 Universitas Budi Luhur. Kegiatan ini menghadirkan Rektor Universitas Budi Luhur yaitu Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Didik Sulistyanto, M.Sc beserta Ketua Pusat Studi Kebudiluhuran yaitu Rusdiyanta, M.Si., sebagai pembicara. Dalam pembekalan ini para pembicara memaparkan pesan dan wejangan kepada para calon wisudawan.

Pesan yang diberikan oleh Rektor merupakan sebuah harapan, supaya lulusan Universitas dan Akademi Sekretari Budi Luhur dapat menjadikan nilai-nilai budi luhur sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan dan tidak merugikan pihak-pihak lain. “Pendidikan di kampus ini bukan semata-mata transfer of knowledge (pengajaran) tetapi juga transfer of values (pendidikan) agar terbentuk sikap mental yang sangat baik, yakni cerdas berbudi luhur. Dalam konteks transfer nilai-nilai ini, ada 9 nilai budi luhur yang dikembangkan di kampus Budi Luhur yakni sabar mensyukuri, cinta kasih, rendah hati, suka menolong, kerjasama, jujur, tanggung jawab, toleransi dan sopan santun. Nilai-nilai budi luhur menjadi patokan bagi lulusan, apakah seseorang dinilai baik atau tidak, bermanfaat atau tidak bagi masyarakat. Masyarakat yang menilainya. Jadi, budi luhur tidak dapat dilakukan dalam ruang hampa, tetapi diimplementasikan dalam keluarga, masyarakat, dan berbangsa dan bernegara” demikian paparan beliau dalam acara tersebut. Beliau juga memaparkan bahwa pemindahan kuncir akan dilakukan oleh beliau pada wisuda 4 Mei 2017 mendatang.

Rusdiyanta, M.Si selaku Ketua Pusat Kebudiluhuran mengatakan bahwa nilai-nilai kebudiluhuran disosialisasikan kepada mahasiswa melalui tiga matra. Pertama, Matra Wawasan Budi Luhur disampaikan melalui pengenalan saat orientasi pendidikan dan Mata Kuliah Wawasan Budi Luhur. Kedua, Matra Pekerti Luhur yakni penerapan nilai-nilai budi luhur dalam interaksi dengan Tuhan, sesama manusia dan alam melalui mata kuliah aplikasi kebudiluhuran dan kegiatan sehari-hari. Ketiga atau terakhir adalah Matra Budi Luhur dalam kehidupan bersama yakni nilai-nilai kebudiluhuran yang diaplikasikan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara hendaknya memberikan berkah atau kebaikan bagi lingkungannya sehingga melahirkan kehidupan yang harmonis, selaras,  dan penuh kedamaian.

“Kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh IQ, tetapi justru lebih ditentukan oleh EQ dan SQ, dan itulah nilai-nilai budi luhur. Selain itu, kecerdasan kinestetik atau kesehatan badan juga sangat penting terlaksananya kebaikan”, B=papar Rusdiyanta, M.Si. Ditambahkan juga kutipan dari Bapak Djaetun, Founder Yayasan Pendidikan Budi Lhur Cakti, “Hakikat Budi Luhur adalah menjadi orang baik karena orang baik dibedakan Tuhan, kapanpun, di manapun, dan dalam keadaan apapun. Orang baik akan memberikan manfaat kepada sesamanya”. Beliau juga mengucapkan satu kalimat tambahan “Orang yang dicintai Tuhan adalah seberapa besar orang tersebut bermanfaan terhadap sesamanya”. Inti dari kegiatan tersebut adalah lulusan UBL dan ASTRI selain memiliki kompetensi di bidangnya juga harus berbudi pekerti luhur.

Visi Universitas Budi Luhur yaitu cerdas berbudi luhur, telah sesuai dengan Pasal  3  UU No.20/2003 tentang SisDIKNAS yang mana “Tujuan Pendidikan Nasional yakni berkembangnya  potensi  peserta didik  agar  menjadi  manusia  yang  beriman  dan  bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha Esa,  berakhlak  mulia,  sehat,  berilmu,  cakap,  kreatif,  mandiri,  dan  menjadi  warga negara  yang  demokratis  serta  bertanggung  jawab”. Juga sesuai pasal 4 UU No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi bahwa pendidikan tinggi mempunyai fungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan civitas akademika yang inovatif, responsive, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan tridharma, dan mengembangkan iptek dengan meperhatikan dan menerapkan nilai humaniora.[:]

WhatsApp chat