Tanya Jawab Seputar Vaksinasi Bersama Dokter Wendi Damara

Tanya Jawab Seputar Vaksinasi Bersama Dokter Wendi Damara

Jakarta, 2 Juli 2021 – Universitas Budi Luhur dan Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan berkolaborasi penyediaan sentra vaksinasi untuk masyarakat umum dan mahasiswa Universitas Budi Luhur mulai 21 Juni hingga 16 Agustus 2021 melalui daring dengan mengakses s.id/vaksinasiUBL.

Bagi masyarakat yang masih bingung dan ragu akan divaksin, kali ini dr. Wendy Damar selaku dokter Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan sekaligus penanggungjawab sentra vaksin di Universitas Budi Luhur akan memberikan penjelasan seputar vaksin dan Covid-19. Berikut petikan wawancaranya:

Sebelum vaksin, apa persiapannya dok?
Persiapan vaksin setiap orang beristirahat dengan cukup apabila bekerja keras lebih baik diturunkan dulu intensitasnya. Sehingga tubuh lebih siap untuk divaksin karena tubuh butuh asupan, tidak boleh kosong lalu pasien minum obat rutin, minum seperti biasa apabila minum obat gula tetap diminum yang pasti pada saat mau melakukan vaksinasi yang punya penyakit bawaan harus di kontrol ke dokter. Jadi kalau akan divaksin tubuh benar-benar sehat dan terkontrol penyakit yang diderita.

Setelah divaksin efek apa saja dok?
Setelah divaksin itu ada sebuah sebutan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) itu yg sering timbul, demam, lemas, disertai mual dan diare. Pasca imunisasi ini respons tubuh yang muncul tubuh mendapatkan asupan dari luar. Karena vaksin ini benda yang tidak dikenal dari tubuh kita membentuk respons pertahanan yang timbul gejala-gejala karena ini gejala normal.

Seberapa aman vaksin sinovac bagi tubuh kita?
Jika dibilang aman tidaknya, sebenarnya setelah vaksin masuk ke tubuh kita ada keamanan tubuh kita sangat tinggi apalagi BPOM sudah memberi sertifikasi. Jadi memang vaksin digunakan negara kita sudah teruji keamanannya  dan jangan sampai ada masalah karena timbul vaksin tidak boleh. Kalau ditanya seberapa aman vaksin, ya aman.

Kenapa kita harus divaksin?
Kita harus divaksin karena tubuh kita harus mengenal terlebih dahulu. Vaksin agar tubuh kita mengenal terlebih dahulu sebelum tubuh kita bertemu si penyebab virus aslinya ketika virus aslinya dengan mudah virus itu bisa dilawan. Sebelumnya vaksin ini memberikan respon kekebalan tubuh kita membentuk antibodi. Efeknya seperti apa? Virusnya masuk gejala yang timbul, gejalanya lebih ringan dari vaksin itu.

Siapa-siapa saja dok yang boleh divaksin?
Sampai saat ini yang tidak boleh divaksin itu terus berkembang. Yang tidak boleh divaksin orang yang menderita kanker karena sistem pertahanan tubuhnya rendah. Kalau diberi vaksin dikhawatirkan respons imun yang berat. Kedua, orang yang mengalami penurunan tubuh misalnya orang-orang gangguan auto-imun atau mengkonsumsi obat seperti steroid. pertahan tubuh itu orang yang diwaspadai.

Kalau sudah kena Covid, apakah boleh divaksin dok?
Iya boleh. Tergantung dari seberapa besar antibodi seseorang itu jadi misalnya pada saat ini tiga bulan pasca sembuh. Apabila sudah divaksin pertama lalu kena covid, bisa vaksin kedua setelah tiga bulan pasca sembuh dari Covid.

Seseorang yang sudah kena vaksin, kenapa bisa kena Covid-19?
Seperti ini yg menjadi perhatian kita setelah dapat vaksin belum benar-benar kebal. Sistem kekebalan tubuh, timbul dalam tubuh kita seberapa kuat respons virus dari luar. Apabila responya kuat, antibodinya juga kuat misalnya kita mnedapat virus maka antibodi kita merespons jadi gejala itu bisa cukup ringan tidak ada gejala lagi. Kalau sudah divaksin, bisa kena covid lagi iya. Tapi yang menjadi catatan gejala terkenal Covid, gejalanya lebih ringan dibandingkan tidak sama sekali.

Berapa lama vaksin melindungi tubuh kita dok?
Sebenarnya merupakan masih uji klinis keempat dan vaksin ini diberikan ke masyarakat secara massal ini masuk uji klinis keempat. Seberapa lama vaksin ini melindungi. Mohon maaf sampai saat ini belum bisa menjawab. dalam tahap penelitian.

Kenapa vaksin harus 2 kali dok? Berapa lama rentan waktu vaksin kedua?
Karena memang pemberiannya tidak boleh single, karena ada namanya buster dust. Itu adalah pengenalan ulang maka tubuh kita lebih respons tubuh lebih bertahan. Maka kenapa harus disuntik pertama melindungi tubuh kita sekitar 30-40 persen. apabila disuntik vaksin kedua maka efektifitas tubuh kita naik sekitar 70-80 persen. Kalau hanya vaksin pertama saja, jangan karena masih di bawah 50 persen. Untuk melawan virus harus di atas 70 persen atau bahkan 60 persen standar WHO. Rentangnya berapa lama? tergantung, kalau vaksin sinova 28 hari. Kalau astra, 9 – 12 minggu tapi penelitiannya 12 Minggu paling optimal.

Dok setelah divaksin boleh berkerumunan dan lepas masker?
Tidak. Kita belum terbentuk hard community. Ketika sekelompok orang sudah divaksin 70 persen minimal dan terbentuk hard community. Karena satu dengan lainya sudah kebal sudah bisa melindungi orang-orang sekitar. Bahkan kalau sudah divaksin tersebut bisa menular virus ke orang lain yang ada sekitarnya memang orang tersebut tanpa bergejala. tetapi harus berjaga, tidak boleh berkerumun, tetap cuci tangan dan tetap pakai masker.

Dok banyak orang panik ketika diswab antigen atau PCR hasilnya positif. Apa yang harus kita lakukan?
Ketika orang diswab positif maka yang pertama lapor terdekat puskesmas dan lapor satgas. Sehingga terkena positif disarankan lapor ke puskesmas, jadi orang yang terkena siapa-siapa saja yang kontak orang positif ini bisa berhenti penularannya misalnya sudah positif. Setelah itu isolasi mandiri, kalau orang itu gejala ringan disarankan ke rumah. Kalau sesak nafas, masuk gejala sedang dan berat disarankan ke rumah sakit terdekat.

Pesan apa yang dokter mau sampaikan bagi yang belum vaksin?
Saya sangat memohon kepada semua orang yuk kita-kita bersama menjadi bagian perang melawan pandemi Covid-19 ini menjadi tameng. Pertama ikut vaksinasi, kita juga melindung orang sekitar kita. Kedua harus patuhi protol kesehatan jangan bosan pakai masker, jangan lelah jaga jarak. Ketiga, mari kita jangan terlalu sering mendengar berita-berita hoaks justru memberikan ketakutan mari kita memberi kenyamanan melawan pandemi bersama-sama.