5 Tips Membangun Bisnis di Era Pandemi Covid-19 Bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana Indonesia (APRDI)

5 Tips Membangun Bisnis di Era Pandemi Covid-19 Bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana Indonesia (APRDI)

Di era New normal saat ini memaksa kita mesti pandai dalam mengelola keuangan dan perlu menyiapkan dana darurat bila sewaktu-waktu harus merogoh keuangan pribadi terutama disaat pandemi Covid-19 yang telah memicu krisis finansial. Selain personal, pelaku bisnis dan pasar saham pun turut mengalami kerugian terbesar dalam sejarah.

Universitas Budi Luhur (UBL) mengadakan seminar nasional secara daring pada Selasa 14 Juli 2020 yang dihadiri oleh Dr. Ir. Wendi Usino, MSc., MM selaku Rektor Universitas Budi Luhur, Dr. Setyani Dwi Lestari, ME selaku Ketua Program MM UBL dengan mengadirkan pembicara Mauldy R Makmur, MM selaku Direktur Ekskutif Dewan APRDI, Fahmi Arya, SE., Msc selaku Praktisi dan Pengurus PAPERDO.

Kegiatan Webinar Universitas Budi Luhur

Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana Indonesia (APRDI) merupakan wadah pertemuan perkumpulan yang terlibat pada kegiatan pengelolaan investasi pasar modal dan pasar uang di Indonesia. Ketua dewan APRDI Mauldy R Makmur mengatakan bahwa orang yang berinvestasi lebih kuat bertahan pada era krisis pandemi covid-19 “Dengan adanya pandemi covid-19 ini membuktikan bahwa orang yang memiliki investasi lebih kuat bertahan dibandingkan dengan yang tidak berinvestasi” Ujar Mauldy dalam seminar nasional bertajuk “Pentingnya Investasi dan Membangun Bisnis di Era New Normal Pandemi Covid-19.”

Maka dari itu kita sebagai anak muda perlu menyikapi hal tersebut untuk masa depan yang lebih pasti, salah satunya dengan membangun bisnis,Berikut ini 5 tips dalam membangun bisnis yakni:

Sebelum memutuskan untuk membuka bisnis sebaiknya buatlah financial planning terlebih dahulu agar semuanya terencana dengan baik.
Dalam membangun sebuah bisnis sangatlah penting untuk melakukan investasi. Sekarang sudah banyak yang menyediakan jasa investasi salah satunya ada reksa dana dengan 4 jenisnya.

Berorientasi pada tujuan investasi dan jangka waktu, jangan hanya mengikuti trend saja.
Untuk mahasiswa yang sedang membangun bisnis dan ingin berinvestasi berpikirlah simple jangan terlalu kompleks. Seperti yang diungkapkan Fahmi Arya selaku pengurus SE., Msc selaku Praktisi dan Pengurus PAPERDO “Mulai dari sekarang, mulai dari sesuatu yang paling simple terlebih dahulu di reksa dana dengan jenis pasar uang, berangkat dari perencanaan jangan berangkat dari ikut-ikutan.” Kata Fahmi.

Bergabunglah dengan Program Magister Manajemen Universitas Budi Luhur, karena terbukti lulusan Magister UBL mampu bersaing di dunia kerja dan kompeten dibidangnya. “Universitas Budi Luhur ini telah banyak menyalurkan ahli-ahli teknologi dan bisnis online.” Lanjut Fahmi.

Dengan adanya pandemi covid-19 mengajarkan kita dalam mengeksekusi keuangan dimulai dari sekarang untuk menghadapi masa depan lebih baik. Sebagai penutup Mauldy R Makmur, MM selaku Direktur Ekskutif Dewan APRDI mengatakan bahwa tidak perlu kaya untuk mulai berinvestasi. “Anda tidak harus kaya untuk investasi tapi dengan investasi anda bisa kaya.” Tuturnya.

Bank Sampah Budi Luhur Menjadi Referensi Studi Banding KKN Mahasiswa IPB University

Bank Sampah Budi Luhur Menjadi Referensi Studi Banding KKN Mahasiswa IPB University

Jakarta, 12 Juli 2020 Bank Sampah (BS) Budi Luhur (BL) kedatangan mahasiswa KKN IPB University dalam rangka studi banding yang berkenaan dengan tugas KKN IPB yakni “Proses Pendirian Bank Sampah” yang dilaksanakan pada Juli – Agustus. Dalam kunjungannya ini dilakukan sharing pengalaman dan pembelajaran tentang bersahabat dengan lingkungan untuk bekal kegiatan masyarakat dalam rangka melaksanakan tugas KKN nantinya. Ketika ditanya mengapa memilih study banding ke BS BL, perwakilan dari tim KKN IPB University mengakatakan bahwa bank sampah Budi Luhur berbeda pada umumnya.

M
Mahasiswa Universitas IPB mengunjungi Bank Sampah Budi Luhur di Universitas Budi Luhur

“Karena program dan kegiatan Bank Sampah Budi Luhur sangat berbeda  dengan bank sampah pada umumnya” Jelas Amira Amandanisa dari Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University.

Kegiatan yang dilakukan saat studi banding ini di antaranya yakni melihat Fasilitas Bank Sampah di kampus Budi Luhur, lalu ke tempat pemilihan dan pengolahan – pencacahan (botol gelas plastik) dan sampah yang mempunyai nilai jual, kemudian ke bank sampah yang berada di belakang, selanjutya memperlihatkan fasilitas yang disediakan Universitas Budi Luhur untuk kunjungan masyarakat hingga menuju ke Galeri BS BL dan stay di Kliinik Daur Ulang Bank Sampah Budi Luhur.

pemaparan mengenai sampah plastik bersama Umi Tutik di Bank Sampah Budi Luhur

Tim KKN IPB belajar dan praktek langsung bagaimana membuat kreasi daur ulang dari kemasan sachet plastik serta klaras (tulang daun) hingga karyanya jadi dari pkl 10:00 – 16:00 WIB di Klinik Daur Ulang Bank Sampah. Karya yang telah jadi dibawa pulang sebagai bentuk oleh-oleh dan kenang-kenangan dari Bank Sampah Budi Luhur. Selagi membuat karya kreasi daur ulang Tim KKN IPB mengatakan bahwa program yang ada di  Bank Sampah  Budi Luhur bagus.

Umi tutik memperlihatkan lokasi Bank Sampah Universitas Budi Luhur yang dimana terdapat mesin pencacah sampah botol atau gelas plastik untuk didaur ulang

Hj. Tutik Sri Susilowati biasa dipanggil Umi Tutik selaku Koordinator Bank Sampah Budi Luhur menegaskan bahwa ini merupakan salah satu cara untuk merealisasikan seperti apa sifat berbudi luhur itu. “Universitas Budi Luhur bukan hanya sekedar nama, Bank Sampah Budi Luhur salah satu wadah kegiatan belajar bersama mengenai sifat keluhuran budi dan langsung bisa merealisasikan dengan kegiatan nyata seperti apa berbudi luhur itu secara natural sesuai potensi diri dan cara masing-masing untuk sesama dan lingkungan.” Tuturnya.

 

 

Universitas Budi Luhur Hadirkan Transportasi Ramah Lingkungan Dalam Lokakarya UI GreenMetric untuk Perguruan Tinggi di LLDIKTI Wilayah III 2020

Universitas Budi Luhur Hadirkan Transportasi Ramah Lingkungan Dalam Lokakarya UI GreenMetric untuk Perguruan Tinggi di LLDIKTI Wilayah III 2020

Jakarta, 09 Juli 2020 Rektor Universitas Budi Luhur Dr.Ir. Wendi Usino, M.Sc., MM menghadari seminar “Lokakarya UI GreenMetric untuk Perguruan Tinggi di LLDIKTI Wilayah III 2020” secara virtual. Acara yang diselenggarakan oleh IPMI dan UI GreenMetric dengan mengahadirkan pembicara di antaranya, Prof. Dr. Ir. Tommy Ilyas, M. Eng selaku Staf Ahli UI GreenMetric Universitas Indonesia, Dr. Eko Adi Prasetyanto selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian dan kerjasama Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt selaku Rektor Univesitas Pancasila, Andrey Andoko M.Sc selaku Rektor Universitas Multimedia Nusantara, Dr.Ir. Wendi Usino, M.Sc., MM selaku Rektor Universitas Budi Luhur, dan Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama Universitas Nasional.

Mobil Listrik karya Anak Bangsa Universitas Budi Luhur dengan Institut Teknologi Sepuluh September

Dalam seminar virtual ini turut dihadiri oleh Ketua Sekolah Tinggi Manajemen IPMI yakni Prof. Ir. M. Aman Wirakartakusumah., M.Sc., Ph.D, Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M selaku Ketua UI GreenMetric World University Rangkings dan Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc selaku Kepala LLDIKTI Wilayah III dan diikuti oleh 112 peserta. Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M mengakatakan bahwa Perguruan Tinggi di LLDIKTI Wilayah III termasuk Perguruan Tinggi terbaik, “Universitas – Universitas Jakarta di LLDIKTI wilyah III ini adalah Universitas terbaik di Indonesia dari segi penyiapan SDM yang dapat mengubah Indonesia.” Tuturnya.

Motor Listrik Cev 01 hasil Karya Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Budi Luhur (UBL) dengan dosen UBL

GreenMetric merupakan program peringkat kelas dunia berdasarkan aspek hijau kampus, yang meliputi lingkungan kampus (pengaturan dan infrastruktur) energi, pengelolaan limbah, air, transportasi dan pendidikan.
Universitas Budi Luhur (UBL) salah satu Perguruan Tinggi di LLDIKTI Wilayah III yang berkomitmen untuk menerapkan nilai-nilai Kebudiluhuran salah satunya mengenai lingkungan hidup. Dengan berlandaskan teknologi dan mampu membawa dampak besar bagi masyarakat, termasuk dalam isu lingkungan hidup.

Terbukti dengan upaya yang dilakukan dalam mengelola transportasi di kampus UBL yang bertujuan untuk menekan populasi udara dalam rangka dunia semakin hijau.
“Budi luhur membentuk sebuah pusat studi kendaraan listrik yang di awali dengan kerjasama UBL dan ITS yang menghasilkan sebuah mobil listrik yang bernama BLTIS ( Budi Luhur – ITS) yang sudah diuji coba dikendarai dari Surabaya sampe Aceh.” Jelas Dr.Ir. Wendi Usino, M/Sc., MM selaku Rektor Universitas Budi Luhur.

Pusat studi kendaraan listrik didirikan untuk membuat kendaraan listrik dengan zero emision, agar dapat mengurangi polusi udara di Jakarta dan sudah mengahasilkan 3 prototype kendaraan listrik yaitu: Neo Blitz, BL EC- 40, BL CEV01

Motor Listrik Flat Track hasil karya yang berkolaborasi antara Katros Garage dengan Universitas Budi Luhur

Neo Blitz merupakan bentuk kolaborasi Universitas Budi Luhur dengan LIPI. Mobil listrik yang didesain khusus untuk offroad dengan kapasitas motor 20 KW, kapasitas baterai 72 Vlot, 70 kWh dengan daya angkut 2 orang, kecepatan maks 110 km/jam, dan jarak tempuh maksimal 250 km dengan waktu pengecasan 10 sd 12 jam.

kolaborasi UBL dengan Kartos Garage menghasilkan Budi Luhur 40 Electric Motorcycle (BL EC – 40) dengan kapasitas motor 9500 watt, kapasitas baterai 15 kWh dengan daya angkut maksimal 200 kg dapat menempuh kecepatan hingga 180 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 160 km, waktu charging 1 sd 6 jam.

Budi Luhur Cargo Electric Vehicle (BL CEV01) yang memang didesain untuk membawa barang karena kapasitasntya besar dengan daya angkut maksimal 150 kg, nantinya motor ini disumbangkan untuk masyarakat Indonesia.
Selain itu UBL juga telah berencana untuk membuat motor listrik yang bekerjasama dengan MIGO dan menyediakannya sebagai center atau halte yang berguna untuk pengguna transjakarta atau mahasiswa UBL untuk pergi ke sekitar kampus Budi Luhur, dengan menggunakan kendaraan listrik ini.

APTIKOM Delivering Education Online – International Best Practices: Pertukaran Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19 Bersama Archarya Institutes Bangalore India

APTIKOM Delivering Education Online – International Best Practices: Pertukaran Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19 Bersama Archarya Institutes Bangalore India

Jakarta, 04 Juli 2020 Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) telah menyelenggarakan webinar Internasional secara virtual dengan mengangkat tema “Delivering Education Online – International Best Practices” dengan menghadirkan narasumber Prof. Vikram A G dari Acharya Institutes Bangalore India, Prof. Zainal A. Hasibuan selaku Ketua APTIKOM, Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M selaku Ketua Kerjasama Internasional APTIKOM Universitas Budi Luhur, Dr. Nina Kurnia Hikmawati, SE., MM selaku Wakil Sekretaris jenderal 1 APTIKOM Urusan Eksternal Universitas Komputer Indonesia dan Dr. Eri Prasetyo Wibowo selaku Ketua Klaster 3 Pengembangan Kerjasama APTIKOM Universitas Gunadarma. Webinar ini dipandu oleh Ravi Makhija selaku TIE UPS Internasional.

Webinar ini merupakan bentuk implementasi kerjasama dengan lembaga pendidikan luar negeri di antaranya sharing mata kuliah, kurikulum, pengetahuan, dengan menghadirkan dosen dari luar negeri. Seperti yang dilakukan Prof. Virkram A G dari Acharya Institutes Bangalore India, beliau menjelaskan bagaimana perbedaan saat kuliah di kelas dan kuliah secara online pada masa pandemi seperti ini. Kemudian dilanjutkan oleh Prof. Zainal A. Hasibuan selaku Ketua APTIKOM.
Sebelum adanya pandemi covid-19 Universitas Budi Luhur telah menerapkan metode perkuliahan yang memadukan antara kuliah tatap muka dan e-learning atau pembelajaran jarak jauh. Metode tersebut diberi nama blended learning. Blended learning dihadirkan Universitas Budi Luhur sebagai jawaban akan kebutuhan mahasiswa masa kini. Situs web dan aplikasi e-learning ini dikembangkan berdasarkan ketentuan dari Kemenristekdikti yaitu adanya ruang interaksi antara dosen dengan mahasiswa.

Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) merupakan sebuah asosiasi yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik dibidang teknologi informasi di Indonesia. Salah satu bentuk kerjasama yang telah dilakukan APTIKOM yakni U to U yaitu Universitas dengan Universitas baik dalam maupun luar negeri, salah satunya yakni bekerja sama dengan lembaga pendidikan yang ada di Indonesia dan India.

Universitas Budi Luhur merupakan salah satu Perguruan Tinggi di Jakarta yang telah melakukan program pertukaran mahasiswa, salah satunya pertukaran mahasiswa dengan Archarya Institutes, India. Tentu hal ini bertujuan agar mahasiswa memiliki banyak wawasan dan pengalaman. Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Budi Luhur, Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M dalam webinar internasional Sabtu, 04 Juli 2020 “Dengan melakukan pertukaran ini tentunya mahasiswa mendapatkan pengalaman dan wawasan mengenai kultur budaya antar ke dua negara dan tentunya pendidikan yang dikolaborasikan dengan baik.” Jelasnya.

Dr. Nina Kurnia Hikmawati, SE., MM selaku Wakil Sekretaris jenderal 1 APTIKOM Urusan Eksternal Universitas Komputer Indonesia mengatakan bahwa ke depannya akan ada webinar internasional dari berbagai negera “Inilah salah satu persembahan dari APTIKOM untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, salah satunya melalui webinar internasional ini, tentu kedepannya akan terus diadakan dengan narasumber dari berbagai macam negara.” Tuturnya.

Implementasi Gerakan Merdeka Belajar di Tengah Covid-19 Dalam Forum Rektor Indonesia 2020

Implementasi Gerakan Merdeka Belajar di Tengah Covid-19 Dalam Forum Rektor Indonesia 2020

Sabtu, 4 Juli 2020 Rektor Universitas Budi Luhur Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M mengikuti kegiatan Konvensi Kampus XVI dan Temu Tahunan XXII Forum Rektor Indonesia 2020 secara virtual, dengan mengangkat tema “Optimalisasi Gerakan Merdeka Belajar untuk Menghadapi Industri 4.0 Demi Terwujudnya SDM Unggul dan Indonesia Maju” yang dihadiri oleh petinggi rektor dari seluruh kampus di Indonesia sekitar 2000 peserta. kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi “Tentunya kita memiliki peluang besar tetapi itu semua butuh persyaratan, salah satu syaratnya yaitu kita butuh SDM yang unggul, di sinilah posisi strategis pendidikan tinggi yaitu dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencetak generasi muda yang produktif, kompetitif yang selalu berjuang untuk kemanusiaan dan kemajuan Indonesia” Jelas Beliau.

Acara yang dipandu oleh Prof. Dr. Dwi Aries Tina Pulubuhu, M.A selaku Ketua Dewan Forum Rektor Indonesia 2019, dilanjutkan dengan seminar yang disampaikan oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy, S.pd., M.A.P selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Bambang P. Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D selaku Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, serta Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si selaku Rektor IPB sekaligus Ketua FRI Terpilih 2020.

Dalam Forum Rektor Indonesia Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) meminta pendidikan Indonesia tidak hanya terampil tapi juga berhati mulia “Kita tidak bisa hanya mendorong dia (mahasiswa) hanya punya skill ini itu, tapi kehidupan yang dicerdaskan, karena kalau hanya lihat skill dan sebagainya, itu otak. Sementara kita harus membina watak untuk karekater itu,” kata Mahfud.

Tentunya kebijakan pemerintah tersebut sudah sejalan dengan filosofi Universitas Budi Luhur yakni cerdas berbudi luhur. “Cerdas berbudi luhur adalah dua hal yang tidak terpisahkan, kecerdasan tanpa diimbangi budi luhur akan cenderung untuk membodohi dan mencelakakan orang lain, sebaliknya budi luhur tanpa diimbangi kecerdasan akan menjadi sasaran kejahatan dan penindasan orang lain” Drs. Djaetun HS, Pendiri Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti.

Universitas Budi Luhur merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang telah menerapkan kebijakan Kampus Merdeka, merdeka belajar di mana mahasiswa dapat merdeka dalam memilih varian tugas akhir. Jadi tidak hanya skripsi saja, melainkan bisa memilih berupa karya yang sesuai dengan konsentrasinya, bahkan bisa kolaborasi antar konsentrasi atau antar program studi. Lalu semua konsentrasi pada setiap program studi sudah siap menyambut era industri 4.0 tentunya dengan berbekal kebudiluhuran.

Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengajak para rektor untuk mengoptimalkan kebijakan kampus merdeka dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 demi terwujudnya sumber daya manusia unggul dan Indonesia maju. “Melalui program ini, terbuka kesempatan luas bagi mahasiswa untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensi di dunia nyata sesuai dengan passion dan cita-citanya,” ujar Nadiem

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Mengadakan Lomba Desain Poster “Cara Menghadapi Covid-19”

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Mengadakan Lomba Desain Poster “Cara Menghadapi Covid-19”

  1. Agar masyarakat Indonesia tetap produktif dan kreatif selama masa pandemi dan tetap DiRumahAja, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur mengadakan Lomba Desain Poster bertema “Cara Menghadadpi Covid-19”. Sedangkan sub tema yang dapat dipilih peserta adalah,
  • Bagaimana cara melakukan Work From Home.
  • Bagaimana cara Menjaga Imunitas Tubuh.
  • Phisichal Distancing.
  • Jangan Mudik.

Lomba yang diadakan untuk umum ini melakukan publikasi tanggal 4 Mei 2020 melalui melalui akun @Lombambem_ubl, media partner internal kampus Budi Luhur, yaitu: @bemfikomubl, @Fikombudiluhur, @dkv.budiluhur, @ublpublicrelations, maupun media partner luar kampus, yaitu: @lombadesign, @infolombaplus, @youthoffers.

 

Penerimaan poster dilakukan 4-18 Mei 2020, dan panitia menerima 113 poster dari 26 kota/kabupaten di Indonesia. Antara lain: Samarinda, Mojokerto, Bogor, Nganjuk, Tangerang, Jakarta. Penilaian dilakukan tanggal 19 Mei 2020 dengan Dewan Juri yang beranggotakan: Ibu Riyodina G. Pratikto, M.Si; Bapak Ricky W Putra, M.Sn; Bapak Dhika Purnama Putra, S.Ikom. Dalam sidang dewan juri terpilih sebagai pemenang,

Juara I : Abraham Tristan Prawira Wibowo, Jakarta

Juara II : Rizki Amanda, Kalimantan Utara

Juara III : Muhammad Badri, Bogor

Peserta lomba ini tidak dipungut biaya apapun, namun panitia justru memberikan hadiah uang kepada pemenang. Pemenang I sebesar Rp. 300.000, pemenang II sebesar Rp. 200.000 dan pemenang III sebesar Rp. 100.000. Lomba ini adalah wujud kuliah praktek Event Management yang kami ambil, yang diikuti oleh 12 mahasiswa dari konsentrasi Public Relations dan Advertising, dengan dosen pembimbing: Ibu Liza Dwi Ratna Dewi, M.Si.

Kevin Sebastian selaku ketua panitia mengatakan “Tujuan dari diadakannya acara Lomba Desain Poster yaitu untuk meningkatkan kreativitas peserta di saat menjalani karantina di rumah masing-masing dan mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dan media sosial yang ada secara prodktif dan kreatif”. Seluruh panitia sepakat dengan slogan lomba “Jangan sembunyikan kreatifitas kamu, selalu mencoba kesempatan. Jangan menyerah di satu kesempatan, karena masih ada kesempatan lainyang menunggu kamu.” Salam Budi Luhur. Tim Kelas Event Manage

Universitas Budi Luhur dan Duta Besar Indonesia Untuk Ethiopia Ingin Tingkatkan Kerja Sama

Universitas Budi Luhur dan Duta Besar Indonesia Untuk Ethiopia Ingin Tingkatkan Kerja Sama

Addis Ababa: Banyak perguruan tinggi di Ethiopia yang ingin mengadakan kerja sama dengan Indonesia, terutama dalam bidang riset dan penelitian serta pertukaran staf pengajar dan mahasiswa. Sebaliknya, di Indonesia juga banyak perguruan tinggi yang ingin mengadakan kerja sama dengan Ethiopia.

Konferensi Virtual Universitas Budi Luhur bersama Dubes RI untuk Ethiopia

Salah satu perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Budi Luhur di Jakarta. Diharapkan delegasi dari universitas tersebut dapat segera berkunjung ke Ethiopia setelah wabah virus korona (covid-19) berakhir.

Hal itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia Al Busyra Basnur setelah mengadakan konferensi virtual dengan Rektor Universitas Budi Luhur Jakarta, Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc. M.M. dalam acara Discussion From Home (DFH) pada Jumat 22 Mei.

Dalam keterangan tertulis KBRI Addis Ababa yang diterima Medcom.id, Sabtu 23 Mei 2020, diskusi diikuti 100 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen dan pimpinan perguruan tinggi serta masyarakat umum.

Diskusi tersebut juga membahas cara-cara Ethiopia dan Uni Afrika dalam menangani wabah covid-19. Uni Afrika adalah organisasi 55 negara Afrika, yang markas besarnya di Addis Ababa, Ethiopia.

Dubes Al Busyra, yang bertugas di Ethiopia, merangkap Djibouti dan Uni Afrika, lebih lanjut mengatakan bahwa dua perguruan tinggi Ethiopia, yaitu Universitas Bahir Dar dan Universitas Hawassa, telah berkunjung ke Indonesia pada 2016 dan 2018 serta mengadakan pertemuan dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka Indonesia.

Beberapa perguruan tinggi Indonesia juga telah berkunjung ke Ethiopia, dengan yang terakhir adalah delegasi dari Universitas Airlangga pada Oktober 2019. Delegasi tersebut juga mengadakan pertemuan dengan pejabat Uni Afrika dalam membicarakan African Continental Free Trade Area (ACFTA).

Pada 2016, Universitas Bahir Dar dan Universitas Sebelas Maret, Surakarta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Ini adalah MoU pertama antar perguruan tinggi Indonesia dengan Ethiopia.

“Sebetulnya pada semester pertama 2020, KBRI Addis Ababa menyelenggarakan beberapa kegiatan antar perguruan tinggi Indonesia-Ethiopia, namun karena wabah covid-19, penyelenggaraan kegiatan tersebut ditunda sampai kondisi memungkinkan,” kata Dubes Al Busyra.

Dalam diskusi tersebut, Dubes Al Busyra juga memperkenalkan buku yang baru saja selesai ia tulis berjudul “Catatan Duta Besar RI, ETHIOPIA,” Edisi Pertama. Buku tentang kegiatan diplomasi Indonesia selama satu tahun masa penugasan tersebut akan diluncurkan pada 20 Juli 2020.

WhatsApp chat