SIAP DITANTANG, SIAP MERAIH PELUANG

Jakarta, 13 Maret 2019, “ Increase Engagement..!”, begitu tutur Ibu Endang Nurdin meyakinkan dengan nada tegasnya kepada para peserta Kuliah Umum dengan tajuk Media Global dan Generasi Milenial : Tantangan dan Peluang. Ibu Endang Nurdin yang merintis karirnya sebagai Jurnalis di Kyodo News Agency, pagi itu menyempatkan dirinya untuk berbagi pengalaman dan ilmu pengetahuan seputar dunia Jurnalistik di Universitas Budi Luhur sebelum ke-esokan harinya bertolak ke London.

Bertindak sebagai Senior Broadcast Journalist/Desk Editor, di BBC World Service, London Bureau, tidak membuatnya lantas tinggi hati dengan prestasi yang telah  ditorehnya selama ini. Antusiasme dan kehangatan dirasakan oleh para peserta Kuliah Umum kala itu.   Dengan penuh semangat, Ibu Endang menjelaskan hal-hal yang membuat BBC tetap bertahan di era dgital ini. Era dimana banyak khalayak tidak menjadikan Televisi sebagai media utama mereka memeroleh informasi dan hiburan terkini.

Tantangan dan peluang yang dihadapi oleh media global saat ini adalah audiens. BBC yang juga beroperasi di dua media baik radio maupun TV, kini tidak lagi hanya memberikan berita terhangat setiap harinya, tetapi mereka juga menyapa para audiens setianya. Mendengarkan, memahami kebutuhan dan menanggapi keinginan audiens, serta mewujudkannya dalam sajian berita yang menarik membuat BBC masih terus ada di hati audiens dunia.

Kemasan yang dibuat hangat, faktual, lugas, menarik,  terpercaya,dan “homey” membuat berita yang disajikan oleh BBC terasa berbeda. Sesuai dengan tagline mereka, “audience in our heart and audience is what we do”. Sebanyak 300% kenaikan yang diperoleh oleh BBC setelah mereka menerapkan untuk selalu mendengarkan audiens, dan mengembangkan penyampaian beritanyanya melalui sosial media yang ada seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan YouTube.

Di hari yang cerah itu, Bu Endang yang tidak hanya memaparkan pengolahan berita di BBC, tetapi juga menampilkan beberapa karyanya mengenai apa yang disebut dengan “solution based on journalism”. Demi menjawab permintaan dari audiens mengenai permasalahan yang ada BBC mengangkat permasalahan tersebut dengan memberikan jawaban melalui berita yang disuguhkan. Jenis berita seperti itu bisa masuk dalam tipe berita inspirasi.

Tips-tips jitu agar menjadi seorang Jurnalis yang handal dan juga dapat memberikan berita yang menarik adalah dengan pandai membaca peluang, banyak membaca dari sumber mana saja agar memiliki kosa kata yang beragam, mengunggah berita yang membuat pembaca berminat membaca berita lainnya dan pastinya setiap pagi mencari berita yang paling sering ditunggu audiens melalui Google Search  misalnya.

“Menulis membutuhkan latihan terus menerus, passion harus terus dipupuk, yang kemudian dibuktikan dengan kerja keras,” ujar bu Endang menambahkan diakhir sesi perkuliahan. Kuliah Umum ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Fakultas Ilmu Komunikasi saja, tetapi juga dihadiri oleh Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. Ir. Sc.agr. Didik Sulistyanto;  Direktur Kerja Sama, AMB Sunten Z Manurung; Dekan FISIP Dr. Rusdyantara, Dekan FIKOM Dr. Nawiroh Vera, serta dosen-dosen lainnya.

Harapan Prof. Didik mengenai Kuliah Umum ini, agar para Mahasiswa Budi Luhur semakin tertantang dengan terus menambah ilmu pengetahuan dan dapat mengembangkan diri terutama di dunia Jurnalistik global.

Penulis : Anindya Putri