[:id]Seminar “The Role of Japan in Indonesia Infrastructure Development” oleh Kedutaan Jepang[:en]”The Role of Japan in Indonesia Infrastructure Development” by Embassy of Japan [:]

[:id]Seminar “The Role of Japan in Indonesia Infrastructure Development” oleh Kedutaan Jepang[:en]”The Role of Japan in Indonesia Infrastructure Development” by Embassy of Japan [:]

[:id]kozo

Atas dukungan Kedutaan Jepang untuk Republik Indonesia, Japanese Seminar Series kembali diadakan oleh Universitas Budi Luhur pada tahun 2016.

kozo2Kali ini tema yang diangkat adalah “The Role of Japan in Indonesia Infrastructure Development” dengan narasumber Wakil Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Mr. Kozo Honsei yang menyampaikan materi berjudul “Japan Government ODA Policy”.

Turut hadir Kedutaan Jepang untuk Republik Indonesia, Japan International Cooperation Agency (JICA), Mitshui & Co. LTD; Kobe Steel LTD, dan Shimitzu Corporation.

Seminar diadakan pada tanggal 8    Oktober 2016 dan dibuka oleh Deputi Rektor Bidang Akademik Universitas Budi Luhur, Dr. Ir. Wendi Usino,MSc yang mengatakan bahwa “Universitas Budi Luhur telah banyak menjalin kerjasama dengan banyak lembaga Jepang maupun negara lain. Tujuan dari semua ini adalah membuka wawasan,”

Menurut Kozo Honsei, “Official Development Assistant (ODA) secara sederhana dapat dipahami sebagai bantuan negara maju untuk  pembangunan negara berkembang. ODA dapat berbentuk pendanaan maupun bentuk bantuan lain

kozo1

Dalam kaitan dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia sebagai  tema utama, pemerintah Jepang dikatakan Kozo Honsei antara lain membantu pembangunan, Jakarta Mass Rapid Transportation (MRT), Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok Terminal 1, Pembangkit Tenaga Listrik Paiton. Disampaikan oleh Mr. Honsei, bahwa pembangunan infrastruktur pada awalnya memerlukan biaya yang besar, namun dalam jangka panjang akan memberikan dampak yang sangat luas kepada kehidupan masyarakat.

“Dalam skala internasional, pemerintah Jepang secara total telah memberikan dana ODA sebesar USD 334,5 miliar kepada 190 negara dan wilayah. Asia merupakan prioritas Jepang dalam memberikan dana ODA. Sedangkan secara kumulatif tahun 1960 – 2014, Indonesia tercatat sebagai negara penerima dana ODA terbanyak, yaitu USD 38,84 miliar,”

japanese-seminar

Save

Save

Save[:en]kozo

With the support of the Japanese Embassy to the Republic of Indonesia, Japanese Seminar Series held back by Budi Luhur University in 2016. This time the theme was “The Role of Japan in Indonesia Infrastructure Development” with guest speaker Japanese Deputy Ambassador to the Republic of Indonesia, Mr. Kozo Honsei that delivered seminar “Japan Government ODA Policy”.

kozo2Also present at the Embassy of Japan to the Republic of Indonesia, Japan International Cooperation Agency (JICA), Mitshui & Co. LTD; Kobe Steel LTD, and Shimitzu Corporation. The seminar held on October 8, 2016 and was opened by the Deputy Rector of Academic Affairs Budi Luhur University, Dr. Ir. Wendi Usino, MSc that saying “Universitas Budi Luhur have many established cooperation with many agencies of Japan and other countries. The purpose of this is to open horizons,” According Kozo Honsei, “Official Development Assistant (ODA) can simply be understood as development assistance for developed countries to developing countries. ODA can take the form of funding and other forms of assistance In regard to infrastructure development in Indonesia as the main theme, the Japanese government said Kozo Honsei include helping to build, Jakarta Mass Rapid Transportation (MRT), Container Port of Tanjung Priok Terminal 1, Power Plant Paiton.

kozo1Presented by Mr. Honsei, that infrastructure development was initially require a large fee, but in the long term will give a very broad impact to people’s lives. “In an international scale, the Japanese government has provided a total ODA amounted to USD 334.5 billion to 190 countries and regions. Asia is a priority for Japan in providing ODA funds. While the cumulative years of 1960-2014, Indonesia is the largest ODA recipient countries , ie USD 38.84 billion, ”

 

japanese-seminar[:]