[:id]Seminar Internasional Fakultas Teknik UBL – Trans Austria 2018[:]

[:id]Seminar Internasional Fakultas Teknik UBL – Trans Austria 2018[:]

[:id]Fakultas Teknik, Program Studi Arsitektur, Universitas Budi Luhur mengadakan Seminar Internasional. Bekerja sama dengan Kedutaan Besar Austria, kegiatan ini menampilkan dua arsitek yang berkedudukan di Wina, Michael Salvi dan Thomas Weber dari penghargaan Schenker Salvi Weber. Kedua Arsitek ini menyajikan keragaman di Austria dan pemandangan arsitektur Wina.

Acara yang berlangsung pada tanggal 19 Januari 2018 ini di moderatori oleh bapak Sugiarto, dihadiri beberapa pejabat dari Kedutaan Besar Austria, beberapa kolega arsitektur di Jakarta, Kepala Yayasan Universitas Budi Luhur Bapak Kasih Hanggoro, MBA, Bapak Sunten Manurung, Ir. Wendi Usino, MM, Bapak Sujono, ST. MT,Ibu Anggraeni Dyah S, ST. MT selaku Kaprodi Arsitektur, beberapa dosen lainnya serta mahasiswa Universitas Budi Luhur. Dengan mengusung tema Urban Living ini menyampaikan tentang asal usul manusia dilihat dari perspektif Arsitek urbanisasi yang kemudian diterapkan pada bangunan seperti mall, sekolahan, dan sebagainya.

Selain itu, mereka memperkenalkan studi mereka di dua bangunan tradisional Indonesia, salah satunya Rumah Adat Karo, yang akhirnya diintegrasikan ke lingkungan Austria.

Salvi dan Weber menampilkan sejumlah projek yang telah dilaksanakan di beberapa tempat di Wina, Austria. Mereka berkolaborasi dengan Komunitas Arsitek Muda untuk membangun ataupun membangun kembali bangunan yang sudah ada, misalnya Stephansplat yang merupakan Jantung dari Wina, kemudian social housing, apartement ramah lingkungan di daerah pegunungan, Sekolah Musik, Stadtbaustein, dan Rumah Adat Karo. Ciri khas fentilasi tinggi dan unik, serta penggunaan material kaca untuk jendela, serta kayu untuk lantai ataupun beberapa dijadikan ornamen dinding, adalah visi mereka untuk membuat bangunan yang ramah lingkungan serta hemat energi.

Thomas Weber sebagai salah satu pembicara berharap bahwa mahasiswa Universitas Budi Luhur dapat mengembangkan diri mereka dengan keunikan bangunan di Indonesia tentunya tanpa harus meninggalkan cara lama ataupun terus mengasah diri untuk membuat suatu bangunan dengan cara modern agar bangunan terlihat lebih dinamis. Semoga dengan diaadakannya seminar internasional ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi rekan-rekan di UBL khususnya di Program Studi Arsitektur.[:]