Mahasiswa Universitas Budi Luhur Kenalkan Aplikasi Cegah Covid-19 Berbasis Sistem Kamera Cerdas Bernama “Distance Detaction Application COVID-19”

Mahasiswa Universitas Budi Luhur Kenalkan Aplikasi Cegah Covid-19 Berbasis Sistem Kamera Cerdas Bernama “Distance Detaction Application COVID-19”

Jakarta, 02 November 2020 – Kompetisi Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK) XIII telah usai diselenggarakan. Kompetisi tahunan yang dilaksanakan oleh Pusat Prestasi Nasional (PUSPERNAS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tahun ini seluruh proses pelaksanaanya dilakukan secara daring mulai dari babak awal hingga akhir kegiatan.

Pada tahun ini sebanyak 2.869 tim dari 175 perguruan tinggi, yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Universitas Budi Luhur berhasil meloloskan mahasiswanya sebagai salah satu finalis GEMASTIK XIII, dengan meluncurkan sebuah aplikasi berbasis sistem cerdas dan bermanfaat bagi orang banyak.


Aplikasi tersebut bernama “Distance Detaction Application (DDA) Covid-19”, yang dikembangkan oleh tiga mahasiwa yakni, Achmad Abdul Aziz, Muhammad Verdiansyah, Sanding Riyanto jurusan Teknik Informasi.
Berdasarkan data dari tim gugus tugas penanganan covid-19, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, yakni sulitnya menjaga jarak. Oleh karena itu DDA-Covid-19 hadir untuk menawarkan sebuah solusi, sehingga bisa membantu mencegah penyebaran covid-19. Dengan sistem pengawasan otomatis berbasis kamera cerdas yang bisa memberikan peringatan jika melakukan pelanggaran tersebut.

“Yang melatar belakangi kami dalam mengembangkan aplikasi ini yakni, dikarenakan tingginya angka pasien positif covid-19 semakin meningkat, bahkan sampai saat ini belum menurun, ditambah lagi protokol kesehatan kerap kali diabaikan.” Ungkap Sanding Riyanto.

Cara kerja dari aplikasi ini cukup mudah, yakni buka aplikasinya kemudian user diminta untuk mengisi value minimum vixcel dan valieu minimum range, kemudian input video berformat MP4 atau AVI. Setelah itu akan muncul garis hijau yang menandakan tidak adanya pelanggaran protokol kesehatan pada objek yang terdapat dalam video tersebut. Jika garis bewarna merah muncul, maka objek tersebut telah melanggar dan alarm otomatis berbunyi disertai notifikasi pelanggarannya di pojok kiri atas.


DDA-Covid-19 ini sudah melewati tahap uji coba dan berhasil mendeteksi, memantau atau memonitor jarak antara orang yang berada di tempat umum dengan baik dalam bentuk video. Selain itu lewat aplikasi ini juga menampilakn notifikasi peringatan saat terjadi pelanggran jarak sosial.

“Semoga aplikasi ini dapat dikembangkan menjadi lebih baik lagi, agar menjadi lebih akurat dan dapat digunakan di masyarakat.” Jelas Achmad Abdul Aziz.

Walaupun kompetisi tahun ini berbeda, tidak menyurutkan semangat kompetisi para peserta. Diadakannya GEMASTIK ini tentu bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Indonesia, sehingga mampu mengambil peran sebagai agen perubahan dalam memajukan TIK dan pemanfaatannya serta bersama-sama bisa menghasilkan inovasi-inovasi terbaik untuk kemajuan bangsa Indonesia.

WhatsApp chat