Jakarta, 28 Juni 2024 – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) Universitas Budi Luhur menggelar acara Asean+ Youth Environmental Action (AYEA) 2024.

Acara ini turut dihadiri 69 pemuda dari 29 negara berbeda. Diantaranya dari China, Australia hingga Belanda pada 27-30 Juni 2024.

Selain itu, acara ini merupakan bagian dari komitmen melibatkan pemuda dalam upaya perlindungan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi yang memberikan sambutannya melalui virtual mengingatkan bagaimana generasi muda punya peran penting dalam dalam menyuarakan isu lingkungan dalam tiga cara.

“Pertama adalah partisipasi. Anak muda adalah agen dari transformasi positif dalam memengaruhi kebijakan dan menyuarakan kesadaran publik. Kedua, mempromosikan kolaborasi. Isu lingkungan butuh pendekatan global yang inklusif. Anak muda bisa menjadi kekuatan pendorong zero emisi 2060 atau lebih cepat. Ketiga, pemikir yang kreatif dan kritis,” kata Retno secara daring, Kamis (27/6/2024).

Disampaikan Menlu, untuk menghadapi tantangan global memerlukan ide inovatif.

“Dan saya percaya diri, para anak muda mampu berpikir out of the box untuk memproduksi solusi yang efektif,” ujar Retno.

Sementara itu, Rektor Universitas Budi Luhur, Agus Setyo Budi menjelaskan, kegiatan AYEA 2024 ini merupakan bukti nyata kampus atau generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.

“Acara ini untuk menyosialisasikan bahwa betapa pentingnya menjaga lingkungan karena perubahan iklim dapat menimbulkan kerugian bila tidak diantisipasi,” kata Agus.

Dijelaskan Agus, selain sosialisasi, mahasiswa Universitas Budi Luhur juga akan menggelar aksi nyatanya di masyarakat Baduy Luar.

“Maka saya harap generasi muda yang merupakan pemegang masa depan harus bertindak dan bersikap, serta mengajak masyarakat peduli terhadap keberlangsungan ekosistem lingkungan,” katanya.

Salah satu pembicara yang hadir dalam acara AYEA 2024 yakni Staf Khusus Kepresidenan, Diaz Hendropriyono.

Ia berharap kegiatan semacam ini terus digencarkan agar kesadaran untuk menjaga lingkungan kian meningkat.

“Karena masalah lingkungan ini sebenarnya bukan hanya masalah satu generasi tapi masalah lintas generasi,” kata Diaz.

Untuk diketahui, AYEA 2024 ini mengangkat tema “Heat Up the Plans, Cool the Earth: Collaborative Southeast Asian Youths Action for Climate
Change Mitigation”

Acara yang digelar pada 27-30 Juni 2024 ini melibatkan volunteer dari 50 siswa siswi se-Jabodetabek dan para mahasiswa.

Inti kegiatan ini yakni sebagai forum diskusi yang akan mempertemukan para akademisi, pejabat pemerintah, dan Aktivis/NGO serta influencer untuk berdiskusi dan bertukar pikiran bersama.
Dimana acara ini akan diikuti oleh 700 peserta yang terdiri dari pelajar, akademisi, pemerhati lingkungan, TNI, Polri hingga masyarakat umum.