Universitas Budi Luhur Global Conference – HIMAHI gelar Global Conference

Universitas Budi Luhur Global Conference – HIMAHI gelar Global Conference

UBLGC2014Budi Luhur University , 35 Years to Build Next Generation Smart and Good Characters organizes event Global Conference Post- 2015 Development Agenda initiated by the Student of International Relations , Faculty of Social and Political Sciences , and brought the theme ” Empowering Local Wisdom for Sustainable Development Towards Sustainability ”

The opening event Monday March 24, 2014 held at the University of Budi Luhur Auditorium Building Jl . Ciledug Raya, Petukangan Utara , South Jakarta .

Since the 21st century , many countries and international organizations in the world has launched a shared desire that the Millennium Development Goals ( MDGs ) , to achieve a better world lives in the future . The desire was based on the noble ideals for the betterment and progress of all entities contained in the entire hemisphere of the earth. Therefore , all elements of the development in the global environment synergizing themselves to achieve that desire . Despite not an easy task , MDG stakeholders who incidentally is an international actor has high optimism .

20140324_095752 20140324_100353
As an international organization that has the highest authority in the system of global environment , the United Nations ( UN ) become important actors in organizing the whole process to achieve the goal . As early langkal , 189 UN member states have produced an agreement called the Millennium Declaration or the Millennium Development Goals ( MDGs ) in September 2000 . The MDGs consist of 8 ( eight ) pillar objectives , namely reducing poverty and hunger ; achieving universal primary education ; promote gender equality and empowerment of women ; reduce child mortality , improve maternal health ; the fight against HIV and AIDS , malaria and other infectious diseases ; ensure environmental sustainability ; and establish a global partnership for development .
20140324_123846 20140324_124235

The Pillars of the target achievement of developed and developing countries in 2015 . On his way to the present , the MDGs successful in gaining public support and achieve some targets . For example, in access to clean water has increased by more than 89 % in 2010 of all countries , developing countries and 8 regions of Sub – Saharan Africa ; Urban residents in slums has decreased from 39 % in 2000 to 33 % in 2012 ; more than 200 million people gained access to water resources better , sanitation , and housing . This achievement significantly exceeds the target , which is improving the lives of 100 million slum by 2020 .

Although some have started to achieve the MDG targets , but related matter , the United Nations has an important program in order to maintain and improve the achievement of the MDGs , namely Sustainable Development Goals ( SDGs ) . SDGs a sustainable development agenda that serves as an important contribution and successor MDG framework . Thus, realizing the SDGs may have a higher level of difficulty . Because the pillars diperkecilnya should concentrate which includes economic , environmental and social .

Furthermore SDGs will be a program to maintain the stability of the eight pillars that have achieved the MDG . In order SDGs can be achieved and implemented to the fullest , then each country need to optimize all available resources . Including the local wisdom that is less aware of its existence , and has not got the attention of the potential contained therein . Fundamentally , each country has local knowledge to support the achievement potential and continuity of development . The phenomenon that occurs is what drives the University of Budi Luhur Global Conference held in a series of Budi Luhur University anniversary , which takes place from 24-26 March 2014 , at the University of Budi Luhur .

” We are aware of the presence of indigenous empowerment , there will be connectivity to achieve the MDGs and SDGs maintain continuity through later in the day , ” says Drs . Djaetun HS , Founder of Budi Luhur Foundation

Present as discussant , namely Ir . Erna Witoelar , MDG ambassador for the Asia -Pacific ;

Dr. . HS Dillon President’s Special Envoy for Poverty Reduction ; Mr . Satya Tripathi Director of the United Nations Office for REDD + Coordination in Indonesia ; Prof . Ir . Suryo Hapsoro Tri Utomo , Budi Luhur University Ph.D. Rector ; Prof . Dr. . dr . Nila F. Moeloek Special Envoy of the President of the Republic of Indonesia to the MDGs , Dr. . Abubakar Eby Hara Universiti Utara Malaysia , Prof.Stefano Toshiya Tsukamoto from Osaka University , Dr.Abdul Wahid Situmorang of UNDP .
20140324_100400 20140324_102921
With this conference , through a series of seminars , focus group discussions and plenary sessions , the conference participants from various parts of the world the students and faculty can share perspectives, experiences and new ideas not only through one perspective alone . Therefore , a constructive output generated from multiple perspectives in this conference will be a contribution as a solution to the problems in the global environment in general and in the state of society in particular.UBLGC2014

Universitas Budi Luhur,  35 Tahun Membangun Generasi Cerdas Berbudi Luhur menyelengarakan event Global Conference Agenda Pembangunan Pasca 2015 yang diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan International ,Fakultas Ilmu Sosial dan Politik , dengan mengusung Tema “ Pemberdayaan Kearifan Lokal Untuk Menuju Kesinambungan Pembangunan Berkelanjutan “ Pembukaan acara hari Senin 24 Maret 2014 bertempat  di Gedung Auditorium Universitas Budi Luhur Jl. Raya Ciledug , Petukangan Utara , Jakarta Selatan .

Sejak abad ke-21, berbagai negara dan organisasi internasional di dunia telah mencanangkan keinginan bersama yaitu Millenium Development Goals (MDGs), untuk mencapai kehidupan dunia yang lebih baik di masa depan. Keinginan itu dilandasi oleh cita-cita yang luhur demi perbaikan dan kemajuan semua  entitas yang terdapat di seluruh hemisfer bumi ini. Oleh karena itu, segenap elemen pembangunan di lingkungan global mensinerjikan diri untuk mencapai keinginan tersebut. Kendatipun  bukan tugas yang mudah, para stakeholder MDGs yang notabene adalah aktor internasional memiliki optimisme yang tinggi.

20140324_095752 20140324_100353

Sebagai organisasi internasional yang memiliki otoritas tertinggi di system lingkungan global, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi aktor penting dalam mengorganisasikan segenap proses untuk mencapai tujuan. Sebagai langkal awal, 189 negara anggota PBB telah menghasilkan kesepakatan yang disebut Deklarasi Milenium atau Millenium Development Goals (MDGs) pada September 2000. MDGs terdiri dari 8 (delapan) pilar tujuan, yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan; mencapai pendidikan dasar; mendorong kesetaraan gender dan permberdayaan perempuan; menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu; memerangi HIV dan AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya; memastikan kelestarian lingkungan hidup; dan membangun kemitraan global untuk pembangunan.

20140324_123846 20140324_124235

Pilar-pilar tersebut yang menjadi target pencapaian negara maju dan  negara sedang berkembang pada tahun 2015. Dalam perjalanannya hingga saat ini, MDGs sukses dalam memperoleh dukungan publik dan mencapai beberapa targetnya. Misalnya dalam akses air  bersih telah meningkat lebih dari 89% pada tahun 2010 dari semua negara, 8 negara berkembang dan daerah Sub-Saharan Africa; Penduduk perkotaan di daerah kumuh telah menurun dari 39% pada tahun 2000 menjadi 33% pada tahun 2012; lebih dari 200 juta orang memperoleh akses ke sumber-sumber air yang lebih baik, fasilitas sanitasi, dan perumahan. Pencapaian ini melebihi target secara signifikan, yaitu meningkatkan kehidupan 100 juta kawasan kumuh menjelang 2020.

20140324_100400 20140324_102921

Meskipun beberapa target MDGs sudah mulai tercapai, namun terkait hal itu PBB memiliki suatu program penting demi mempertahankan dan meningkatkan pencapaian MDGs, yaitu  Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs merupakan agenda pembangunan berkelanjutan yang  berfungsi sebagai kontribusi penting dan  kerangka penerus MDGs. Sehingga, mewujudkan SDGs boleh jadi memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Karena dengan diperkecilnya pilar -pilar yang harus dikonsentrasikan yaitu mencakup ekonomi , lingkungan dan sosial.

Selanjutnya SDGs akan menjadi program untuk menjaga kestabilan delapan pilar yang telah diraih dalam MDGS. Agar SDGs dapat dicapai dan diimplementasikan secara maksimal, maka masing-masing negara perlu untuk mengoptimalisasikan segenap sumber daya yang dimiliki. Termasuk diantaranya adalah  kearifan lokal yang kurang disadari keberadaanya, dan belum mendapat perhatian atas potensi yang terdapat didalamnya. Secara fundamental, masing-masing negara memiliki kearifan lokal yang potensial untuk mendukung pencapaian dan keberlangsungan penyelenggaraan pembangunan. Fenomena yang terjadi inilah yang mendorong Universitas Budi Luhur menggelar Konferensi Global dalam rangkaian Dies Natalis Universitas Budi Luhur, yang berlangsung dari 24-26 Maret 2014, di Universitas Budi Luhur.

Kami menyadari dengan adanya pemberdayaan kearifan lokal, akan terjadi konektifitas untuk mencapai MDGs dan menjaga kesinambungannya melalui SDGs di kemudian hari,” demikian dikatakan Drs. Djaetun HS, Pendiri Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti

 Hadir sebagai pembahas, yakni Ir. Erna Witoelar,  Duta Besar MDGs untuk Asia Pasifik;

Dr. H.S Dillon Utusan Khusus Presiden untuk Penanggulangan Kemiskinan; Mr. Satya Tripathi Direktur The United Nations Office for REDD+ Coordination in Indonesia; Prof. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph.D Rektor Universitas Budi Luhur; Prof. Dr. dr.  Nila F. Moeloek Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs , Dr. Abubakar Eby Hara Universiti Utara Malaysia , Prof.Stefano Toshiya Tsukamoto dari Osaka University, Dr.Abdul Wahid Situmorang dari UNDP .

Dengan konferensi ini, melalui rangkaian seminar, FGD dan sidang pleno, peserta konferensi dari berbagai mahasiswa dan dosen belahan dunia dapat berbagi sudut pandang, pengalaman dan ide-ide baru yang tidak hanya melalui satu perspektif saja. Oleh karena itu, output konstruktif yang dihasilkan dari beberapa perspektif dalam konferensi ini akan menjadi kontribusi sebagai solusi terhadap permasalahan di lingkungan global pada umumnya dan di masyarakat negara pada khususnya

WhatsApp chat