Gema Luhur Choir Raih Mendali Perak di Festival Paduan Suara Internasional

Jakarta – Kampus Budi Luhur mengikuti lomba Penabur International Choir Festival (PICF) yang diikuti beberapa negara yaitu, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Jepang, dan lain-lain.

Kategori lomba tersebut terdiri dari, Kindergarten Choir, Primary School Choir, Junior High School Choir, Senior High School Choir, Children Choir, Mixed Youth Choir, Mixed Choir, Folklore, Gospel and Spiritual, Music Sacra, dan Chamber Choir.

Gema Luhur Choir (GLC) mewakili Kampus Budi Luhur mengikuti Mixed Youth Choir, dan lagu yang kami pilih yaitu; Fair Phyllis I Saw oleh John Farmer, Hela Rotane oleh Ken Steven, dan Don’t Stop Me Now : Freddie Mercury.

Lomba ini dilaksanakan pada 3 – 9 September 2019 di Graha Gepembri Jl.Boulevard Barat Blok XB No. 4, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta, Kode Pos 14240. Gema Luhur Choir dibina oleh Ibu Anggun Puspitasari, M.Si, dibimbing oleh ibu Saskia lydiani, S.Pd., M.Si, dan di latih oleh Pak Aris Kristiadi.

Dalam GLC, mereka memiliki beberapa bagian seperti: 1 orang dirigen, 28 orang penyanyi, 2 orang pemusik, dan 2 orang official. 28 penyanyi yang ada di GLC, mereka terbagi-bagi atas jenis suara mereka. Sopran di perankan oleh Mita Candra, Glady Indriyani, Rizky Ika Dayanti, Natalia Yacoba Sira, Yohana Paulina, Meliza Desi Wulandari, Maria Rosaria Oktaviani, Agatha Florencia Resley, Maulidina Dwi Ananda, Marja Amira Mumtaz, Christina Nugrahenny Nugroho. Alto di perankan oleh Eunike Norinda Thana, Debora Grace Yunita, Renata Efrista Djue, Maraya Yuli Indralia, Reyna Karina Valencia, Maruschka Albertine Marianto. Tenor di perankan oleh Jordy R. D. Reawaruw, Felix Markus Lamsihar, Muhammad Hafiz, Elyezer Sidabutar. Bass di perankan oleh Indra Josapat Siboro, Arief Bondan Satriyo Nugroho, Stefanus Rendivo Sondak, Ardiansyah, Banu Cahyoningtyas, Roberto Cornaleus, Muhamad Athallarik. Dirigen diperankan oleh Aris Kristiadi, Pemusik diperankan oleh Jeras Ardito Malibu dan Saritua, Official diperankan oleh Ones Chrisdianto Kala’ dan Nidya Oktaviani.

Selama perlombaan, Budi Luhur memfasilitasi beberapa hal yakni; biaya penginapan, biaya konsumi dan transportasi pulang dan pergi. Keberhasilan GLC diperoleh dengan kerja keras, kerjasama yang baik dalam jangka waktu yang lama yakni tiga bulan. GLC memiliki kesan dan pesan tersendiri pada lomba ini.

“Kami merasa sangat bangga terhadap seluruh anggota Gema Luhur Choir (GLC) dan kami juga sangat berterima kasih kepada Universitas Budi Luhur, kampus kamiyang sudah mendukung kami dalam mengikuti lomba Penabur International Choir Festival (PICF). Kami berharap kedepannya kami diberikan kesempatan lagi untuk mengikuti lomba-lomba paduan suara dan diberikan fasilitas yang lebih lagi untuk mendukung proses pelatihan paduan suara Gema Luhur Choir (GLC) agar dapat memberikan lebih banyak prestasi lagi dalam perlombaan nasional maupun internasional. Terimakasih,” tutup GLC team.

SALAM BUDI LUHUR!!!

Penulis: Nur Siti Fatimah