[:en]FISIP UBL : Refleksi 1 th Pemerintahan Jokowi:Negara dan Intoleransi[:id]Diskusi Refleksi 1 th Pemerintahan Presiden Jokowi:Negara dan Intoleransi oleh Himpunan Mahasiswa FISIP UBL[:]

[:en]FISIP UBL : Refleksi 1 th Pemerintahan Jokowi:Negara dan Intoleransi[:id]Diskusi Refleksi 1 th Pemerintahan Presiden Jokowi:Negara dan Intoleransi oleh Himpunan Mahasiswa FISIP UBL[:]

[:en]Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Budi Luhur menyelenggarakan diskusi dengan tema :”Refleksi 1 tahun pemerintahan Jokowi:Negara dan Intoleransi” bertempat di auditorium UBL.

IMG-20151107-WA0009

IMG-20151107-WA0010[:id]Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Budi Luhur menyelenggarakan diskusi dengan tema :”Refleksi 1 tahun pemerintahan Jokowi:Negara dan Intoleransi” dengan pembicara Prof. Indria Samego pengamat politik dari LIPI dan Kasih Hanggoro,MBA ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti bertempat di auditorium UBL pada tanggal 3 November 2015.

IMG-20151107-WA0010Dalam diskusi yg dibuka langsung oleh rektor UBL Prof. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo. Ph.D berpesan kepada seluruh peserta yang hadiri dari beberbagai elemen kepemudahan HMI,PMII,GMNI,Pemuda Budha,IMM dan perwakilan dari mahasiswa HI diberbagai univ di jakarta untuk tetap mengeloraka nilai2 toleransi dan tidak terpancing oleh provokasi pihak2 yg tdk mengharapkan indonesia damai.

Dalam diskusi dibahas 1 tahun sudah Presidem Jokowi memimpin Indonesia dengan berbagai persoalan yang menguras tenaga dan pikiran. Berbagai peristiwa yang merobek bingkai kebhinekaan masih terus terjadi, namun demikian tidaklah adil jika peristiwa tersebut hanya dibebankan pada pemerintahan saat ini.  Melambatnya ekonomi yg mengakibatkan rupiah terpuruk, situasi politik yang tidak kondusif, pemberantasn korupsi yang semakin jauh dari harapan,konflik sosial  yang mengarah pada disintegrasi bangsa adalah realita setahun kepemimpinan saat ini.

IMG-20151107-WA0009Terkait dengan konflik sosial yg terjadi di Tolikara Papua dan Singkli Aceh tentu saja mencederai kerukunan dalam beragama yg selama ini menjadi kekuatan bagi indonesia. Belum lagi persoalan suni dan syiah yang sewaktu-waktu dapat meledak. Sementara dalam salah satu prioritas Presiden Jokowi yg tercantum dalam nawacitanya adalah menciptakan stabilitas politik dan keamanan. Berangkat dari fenomena tersebut Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional UBL mencoba utk mengangkat persoalan tersebut dalam acara round table discussion dengan tema refleksi 1 tahun pemerintahan Jokowi:Negara dan Intoleransi.

Prof. Indria menekankan perlunya sebuah usaha sungguh2 terutama mahasiswa sebagai agen perubahan  utk berada di garda terdepan dlm usaha memupuk kebersamaan dlm keberagaman.

Kasih Hanggoro,MBA mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat utk mengedepankan nilai2 kebudiluhuran dalam setiap usaha mencegah intoleransi berkembang. Diakhir diskusi kedua pembicara mengajak seluruh peserta dan bangsa indonesia bersama-sama dengan pemerintah menjaga keutuhan  NKRI dari setiap usaha untuk memecah belah persatuan dan kesatuan.[:]