•  

Universitas Budi Luhur

Festival Film Dokumenter Budi Luhur 2018 Diikuti 300 Karya Film - Universitas Budi Luhur

Jakarta 21 Nopember 2018, Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM), Universitas Budi Luhur (UBL) menyelenggarakan kembali agenda tahunan yaitu Festival Dokumenter Budi Luhur 2018. Ajang kompetisi film dokumenter yang digelar untuk  kelima kali ini ini terbagi menjadi tiga jenis dokumenter yaitu Dokumenter Pendek, Dokumenter Panjang dan Dokumenter 60 Detik, dengan kategori Pelajar, Mahasiswa dan Umum.

proses screening

proses screening

Festival Dokumenter Budi Luhur 2018 yang mengangkat tema “Kearifan Lokal” ini diikuti 300 judul dari berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 113 karya kategori mahasiwa, 77 kategori pelajar, 57 kategori umum, 6 kategori dokumenter panjang, 47 kategori 60 Detik. Salah satu juri independen IGP Wiranegara, yang juga juri FFI dan Eagle Documentary Award, mengatakan “cukup sulit menentukan pemenang, karena karya-karya yang masuk masing memiliki kekuatan di sisi yang berbeda.” Juri independent lain dalam ajang besar ini adalah Priadi Soefjanto (Fotografer Professional), Gerzon Ayawaila (Guru besar IKJ), Dandhy Laksono (pendiri Watchdoc), Tonny Trimarsanto (pendiri rumah dokumenter), Naratama Rukmanda (Creative Director VOA), Serta juri tamu Lulu Ratna (co-founder Film Festival Consultant & Short Film Outreach Programmer).

master class workshop, by Naratama Rumananda, Creative Directore VOA

 

Ketua Panitia kegiatan ini Haronas Kutanto, menjelaskan “Untuk menambah wawasan kearifan lokal berbagai wilayah, kami mendatangkan film tamu dari East Cinema dengan judul  From The Edge of Sanity yang berasal dari Irak dan DYAB yang berasal Khurdistan Asia Timur.” Atas penyelenggaraan Festival Dokumenter Budi Luhur ini, Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. Ir. sc.agr. Didik Sulistyanto memberikan apresiasi. “Tahun pertama diadakan di tahun 2014 dengan 77 karya internal Universitas Budi Luhur, hingga tahun kelima dengan 300 karya Film dari berbagai pelosok Indonesia merupakan kemajuan yang membanggakan.”

Gelaran Festival Dokumenter Budi Luhur

Dalam rangka mendorong partisipan peserta dari berbagai wilayah panitia menyelenggarakan Roadshow di beberapa kota yaitu Solo, Yogyakarta, Bengkulu dan Mamuju. Festival Dokumenter Budi Luhur juga mengadakan Workshop. Sebelum masuk ke tahap 10 besar atau film masuk dalam Screening, para peserta harus berjuang dari kurasi film oleh juri independent. Setelah terlaksananya acara Screening nominasi karya Festival Dokumenter Budi Luhur, selanjutnya karya nominasi akan masuk ke dewan juri untuk dipilih menjadi 5 karya terbaik yang akan diputar dan ditentukan pemenang pada Awarding Night 20 Desember 2018 di Auditorium Universitas Budi Luhur pukul 19.00 WIB.

Pentas Musik FDBL

Pemenang Kategori Dokumenter 60 detik adalah: Juara 1 berjudul Ranta, Karya Lucky Arie, Palu Sulawesi Selatan; Juara 2 berjudul Santri dan Tradisi Besutan, Karya Ahmad Fatoni, Jombang, Jawa Timur; Juara 3 berjudul Out Frame, Karya Maulana Akbar Rosadi, Tangerang, Banten.

Pemenang Kategori Dokumenter Pendek: Juara 1 berjudul Nangiang Sesuunan, Karya I Kadek Eko Suarcaya, Institut Seni Indonesia Denpasar; Juara 2 berjudul Perisai Di Pesisir Minahasa, Karya M. Yunus. LIPI Bandung Jawa Barat; Juara 3 berjudul Tanah Akhe, Karya Fadhilah Sari dan Nova Andiyani, Aceh Documantary, Aceh. Dokumenter Favorit berjudul Story of Mantar, Karya Andjar Zarkhasyih, Beruga Inspiration, NTB.

Pemenang Kategori Dokumenter Panjang: Juara 1 sekaligus Juara Favorit berjudul  Vila Indah Padang Ilalang, Karya Muh Fathur Razaq, MFR Studio, Karanganyar, Jawa Tengah; Juara 2 berjudul Aku Bukan Toraja, Karya Mawa Wai Production, Toraja, Sulawesi Selatan; Juara 3 berjudul Darah Berganti Peluh, Karya Hyasint, Komunitas Film Dua Lima, Kupang, NTT.

Pemenang Kategori Mahasiswa: Juara 1 berjudul Lengger, Karya Mila Susilowati, Universitas Budi Luhur Jakarta; Juara 2 berjudul Perias Dua Belas Dentingan, Karya Socrates Bangun, Universitas Budi Luhur Jakarta; Juara 3 berjudul Kremasi, Karya Putu Ucead Aprianta, ISI Denpasar Bali. Pemenang Favorit berjudul Lethek, Karya Sofyan Faisnanto, Universitas Aisyiyah, Yogyakarta.

Pemenang Kategori Pelajar: Juara 1 berjudul Penempa Bara, Karya Sari Ning Gayatri, SMAN3 Denpasar Bali; Juara 2 sekaligus Dokumenter Favorit berjudul Warisan Toegoe, Karya Yoga Fairuz Fahreza, SMK Budi Luhur, Banten; Juara 3 berjudul Kampung Gemplong, Karya Bayu Ragil Saputra, SMKN 1 Karang Gayam, Jawa Tengah.

Dalam Awarding Night ini diumumkan pula Dokumenter dengan struktur cerita terbaik yaitu Film berjudul Kesenian Reog Bantul, Karya Widya Kustiya Putri, SMKN 1 Bantul, Yogyakarta  dan Sinematografi Terbaik untuk dokumenter  berjudul Etanan, Karya Riandhani Yudha, Etanans Film, Jember, Jawa Timur.

Salam Budi Luhur

Galeri Foto:

WhatsApp chat