Dialog Kebangsaan : Menuju Indonesia Damai

Dialog Kebangsaan : Menuju Indonesia Damai

dialog kebangsaanOn Monday , May 5, 2014, the Center for the Study Nobilty(Kebudiluhuran), Budi Luhur University organized a National Dialogue titled ” Indonesia Towards Peace ” at UBL campus Jakarta . This dialog presents Chairman ( Tanfidziyah ) Board of Nahdlatul Ulama , Prof. . Dr. . KH . Said Aqil Siradj , M.A. and Chief Executive Budi Luhur Cakti Education Foundation , Kasih Hanggoro , MBA as a speakers .

20140505_123035Chief Executive of this event , Rusdiyanta explain the objectives of the National Dialogue is based on the fact that the plurality of Indonesian society has the potential to lead to conflict , therefore the values ​​of nobility (budi luhur) can be a peaceful solution to Indonesia . ” Hopefully in a dialogue held today to lift the nobility values ​​such as tolerance , respect for differences , empathy , and consensus becomes peaceful beginning to Indonesia , ” he said .

Dialogue guided by Sohibul Adip of UIN Sunan Kalidjaga University of Yogyakarta as moderator divided into three segments : position of transnational ideology Pancasila amid rampant today , interfaith relations and culture , and education in perspective ideal of nobility.

Prof . Dr. . KH . Said Aqil Siradj , MA started the dialogue by saying that ” harmony arises from a virtuous man , and every man needs to organize a harmonious life ” . Amid the rise of transnational ideology that developed in Indonesia today , Said says that ” For us Pancasila is final , final nation-state , anyone who obstructed the four pillars of our nationhood is our common enemy ”

National Dialogue in the Auditorium of the University of Budi Luhur student also attended by representatives of interfaith and community organizations who each give their views on the condition of religious harmony in Indonesia

20140505_123035 dialog kebangsaanPada hari Senin, tanggal 5 Mei 2014, Pusat Studi Kebudiluhuran Universitas Budi Luhur menyelenggarakan Dialog Kebangsaan yang bertajuk “Menuju Indonesia Damai” di kampus UBL Jakarta. Dialog ini menghadirkan Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A. dan Ketua Pelaksana Harian Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, MBA sebagai narasumber.


20140505_105654Ketua Pelaksana kegiatan Dialog Kebangsaan, Rusdiyanta menjelaskan tujuan penyelenggaraan Dialog Kebangsaan didasarkan pada fakta bahwa pluralitas masyarakat Indonesia berpotensi menimbulkan konflik, oleh karena itu nilai-nilai budi luhur bisa menjadi solusi menuju Indonesia damai. “Diharapkan dalam dialog yang diadakan hari ini dapat mengangkat nilai-nilai budi luhur seperti toleransi, menghargai perbedaan, empati, dan konsensus menjadi awal menuju Indonesia damai,” katanya.

20140505_122855Dialog dipandu oleh Sohibul Adip dari Universitas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selaku moderator terbagi ke dalam tiga segmen, yaitu posisi Pancasila ditengah maraknya ideologi transnasional saat ini, hubungan antaragama dan budaya, dan pendidikan yang ideal dalam perspektif kebudiluhuran.
20140505_122930Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A mengawali dialog dengan mengatakan bahwa “Keharmonisan muncul dari manusia yang berbudi luhur dan setiap manusia perlu menata kehidupan yang harmonis”. Ditengah maraknya ideologi transnasional yang berkembang di Indonesia saat ini, Said mengatakan bahwa “Bagi  Kita Pancasila sudah final, negara kebangsaan sudah final, siapapun yang mengganggu empat pilar kebangsaan adalah musuh bersama kita”

Dialog Kebangsaan di Auditorium Universitas Budi Luhur juga diikuti oleh perwakilan mahasiswa dan organisasi masyarakat lintas agama yang masing-masing memberikan pandangan mereka terhadap kondisi keharmonisan umat beragama di Indonesia.