Berbagi Pandangan Pasca Pandemi Bersama Duta Besar RI Untuk Rusia Dalam Webinar bertajuk “Russia, Pandemic Covid-19 and the Global Powers”

Berbagi Pandangan Pasca Pandemi Bersama Duta Besar RI Untuk Rusia Dalam Webinar bertajuk “Russia, Pandemic Covid-19 and the Global Powers”

Discussion From Home ke-5 yang diadakan oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur kali ini bertajuk “The World After Pandemic Covid-19: A new Normal? Russia, Pandemic Covid-19, and the Global Powers” dengan menghadirkan pembicara Mohamad Wahid Supriyadi selaku Duta Besar RI untuk Rusia, Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., MM selaku Rektor Universitas Budi Luhur dan AMB Sunten Z. Manurung, S.H selaku Direktur Kerjasama.

Dalam webinar kali ini Dubes RI untuk Rusia mengatakan bahwa pasca pandemi covid-19 kita akan hidup dalam suasana yang sebenarnya tidak normal. “New normal merupakan kondisi pasca normal, kita masuk pada satu era yang tidak terbayangkan sebelumnya, suka tidak suka kita harus tinggal dengan covid-19 sampai menemukan vaksin, maka kita akan hidup di suasana yang sebenrnya tidak normal.” Kata Mohamad Wahid Supriyadi (27/07/20).

Jika berbicara krisis, tentu semua negara di dunia ini terkena dampaknya tidak peduli apakah negara itu demokrasi atau tidak. Krisis yang terjadi berupa krisis ekonomi dan krisis politik serta munculnya konflik antar negara, seperti yang terjadi sekarang yakni hubungan antar negara Amerika Serikat, Tiongkok dan Rusia yang sedang bersitegang. Dubes RI untuk Rusia mengakui bahwa Rusia sendiri memiliki banyak permasalahan yang kompleks, baik dengan kedua negara adidaya, maupun dalam wilayah domestiknya.

Sementara itu hubungan Indonesia dengan Rusia masih terjalin dengan baik. Terbukti dengan upaya-upaya yang telah dilakukan salah satunya yakni mengadakan sebuah “Festival Indonesia” yang isinya pedagang-pedangan yang menjual produk dari Indonesia. Tentunya dengan adanya festival ini bisa menyatukan G to G, militer to militer, business to business, people to people sehingga Indonesia pun semakin terkenal di Rusia. Bahkan 7 mahasiswa di Rusia telah mengambil skripsinya mengenai diplomasi budaya dengan menghadirikan festival Indonesia sebagai objek penelitiannya.

Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., MM selaku Rektor Univesritas Budi Luhur berharap kedepannya bisa dilakukan kerjasama, “Kami berharap nantinya ditindaklanjuti dengan kerja sama yg bisa kita lakukan dengan Perguruan Tinggi Rusia dan di fasilitasi oleh KBRI Rusia.” Jelasnya.

Sebelumnya mahasiswa Universitas Budi Luhur juga telah magang di KBRI Moscow. Dubes RI untuk Rusia mengatakan bahwa Universitas Budi Luhur dan kedepannya tentu memiliki peluang besar untuk melakukan kerjasama dari segi Teknologi dan IT.

WhatsApp chat