Bank Sampah Budi Luhur Menjadi Referensi Studi Banding KKN Mahasiswa IPB University

Bank Sampah Budi Luhur Menjadi Referensi Studi Banding KKN Mahasiswa IPB University

Jakarta, 12 Juli 2020 Bank Sampah (BS) Budi Luhur (BL) kedatangan mahasiswa KKN IPB University dalam rangka studi banding yang berkenaan dengan tugas KKN IPB yakni “Proses Pendirian Bank Sampah” yang dilaksanakan pada Juli – Agustus. Dalam kunjungannya ini dilakukan sharing pengalaman dan pembelajaran tentang bersahabat dengan lingkungan untuk bekal kegiatan masyarakat dalam rangka melaksanakan tugas KKN nantinya. Ketika ditanya mengapa memilih study banding ke BS BL, perwakilan dari tim KKN IPB University mengakatakan bahwa bank sampah Budi Luhur berbeda pada umumnya.

M
Mahasiswa Universitas IPB mengunjungi Bank Sampah Budi Luhur di Universitas Budi Luhur

“Karena program dan kegiatan Bank Sampah Budi Luhur sangat berbeda  dengan bank sampah pada umumnya” Jelas Amira Amandanisa dari Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University.

Kegiatan yang dilakukan saat studi banding ini di antaranya yakni melihat Fasilitas Bank Sampah di kampus Budi Luhur, lalu ke tempat pemilihan dan pengolahan – pencacahan (botol gelas plastik) dan sampah yang mempunyai nilai jual, kemudian ke bank sampah yang berada di belakang, selanjutya memperlihatkan fasilitas yang disediakan Universitas Budi Luhur untuk kunjungan masyarakat hingga menuju ke Galeri BS BL dan stay di Kliinik Daur Ulang Bank Sampah Budi Luhur.

pemaparan mengenai sampah plastik bersama Umi Tutik di Bank Sampah Budi Luhur

Tim KKN IPB belajar dan praktek langsung bagaimana membuat kreasi daur ulang dari kemasan sachet plastik serta klaras (tulang daun) hingga karyanya jadi dari pkl 10:00 – 16:00 WIB di Klinik Daur Ulang Bank Sampah. Karya yang telah jadi dibawa pulang sebagai bentuk oleh-oleh dan kenang-kenangan dari Bank Sampah Budi Luhur. Selagi membuat karya kreasi daur ulang Tim KKN IPB mengatakan bahwa program yang ada di  Bank Sampah  Budi Luhur bagus.

Umi tutik memperlihatkan lokasi Bank Sampah Universitas Budi Luhur yang dimana terdapat mesin pencacah sampah botol atau gelas plastik untuk didaur ulang

Hj. Tutik Sri Susilowati biasa dipanggil Umi Tutik selaku Koordinator Bank Sampah Budi Luhur menegaskan bahwa ini merupakan salah satu cara untuk merealisasikan seperti apa sifat berbudi luhur itu. “Universitas Budi Luhur bukan hanya sekedar nama, Bank Sampah Budi Luhur salah satu wadah kegiatan belajar bersama mengenai sifat keluhuran budi dan langsung bisa merealisasikan dengan kegiatan nyata seperti apa berbudi luhur itu secara natural sesuai potensi diri dan cara masing-masing untuk sesama dan lingkungan.” Tuturnya.

 

 

WhatsApp chat