Awarding Night Festival Dokumenter Budi Luhur 2020: Konsisten Berkarya di Tengah Pandemi

Awarding Night Festival Dokumenter Budi Luhur 2020: Konsisten Berkarya di Tengah Pandemi

Jakarta, 7 Februari 2021 – Festival Dokumenter Budi Luhur (FDBL) telah suskes digelar pada Sabtu (6/2/2021) kemarin malam. Acara tahunan yang diselenggarakan Budiluhur Tv, di bawah naungan Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Budi Luhur.

Hadirnya FDBL berawal sebagai wadah untuk mengapresiasi mahasiswa Budi Luhur yang mengambil mata Kuliah Produksi Dokumenter. Namun, kini FDBL menjadi wadah bagi para sineas di seluruh Indonesia dalam membuat karya dokumenter.

Kata Sambutan Bapak Kasih Hanggoro, MBA selaku Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti

Tahun ini FDBL mengusung tema “Kearifan Lokal dan Pandemi’. Dengan beberapa kategori. Di antaranya ketegori 60 detik, Kategori Pendek Pelajar, Kategori Mahasiswa, Kategori Pendek Umum dan Kategori Terbaik Budi Luhur.

Acara yang diselenggarakan mulai pukul 19.00 WIB dihadiri oleh Kasih Hanggoro, MBA selaku Ketua Badan Pelaksanaan Harian (BPH)Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M selaku Rektor Universitas Bud Luhur, Dr. Nawiroh Vera, S.Sos., M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Deputi Rektor.

Sambutan Rektor Universitas Budi Luhur pada Awarding Night Festival Documentary 2020

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M mengutarakan jika hadirnya FDBL di kampus Budi Luhur merupakan suatu implementasi dari nilai-nilai budi luhur.

“FDBL hadir dengan konsep yang umum dan kepekaan pada situasi sekitar, tentunya ini menumbuhkan kepedulian dalam memperkenalkan keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia yag dituangkan dalam dokumenter, ini juga termasuk ke dalam nilai-nilai budi luhur,” tutur Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M selaku Rektor Universitas Budi Luhur.

Dihadiri pula oleh para juri Dr. IGP Wiranegara, Tonny Trimarsanto, Sofia Setyorini, Gerzon R. Ayawaila, Priadi Soefjanto.

Meski di tengah pandemi covid-19, nyatanya tidak menyurutkan para sineas muda Tanah Air untuk berkarya. Terbukti dengan terkumpulnya karya sebayak 164 dari seluruh Indonesia.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Dr Nawiroh Vera, S.Sos., M.Si

Menurut Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Dr Nawiroh Vera, S.Sos., M.Si pandemi bukan sebuah halangan untuk berkreasi.

“Pandemi bukanlah halangan kita, pandemi justru menjadi tantangan kita untuk tetap berkreasi dengan kreatif,” ucapnya.

Ketua Badan Pelaksanaan Harian (BPH)Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, MBA, turut memberikan apresiasi kepada sineas yang telah membuat karya meski di tengah situasi sulit sekarang.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk para peserta dari seluruh Indonesia, begitu banyaknya antusiasnya dalam berkarya, selamat para pemenang FDBL yang meski di masa pandemi seperti ini tetap berkarya, semoga semuanya dalam kondisi sehat,” kata Kasih Hanggoro, MBA.

Ia juga berharap ke depannya FDBl bisa terus memberikan kesempatan untuk anak-anak muda dalam membuat karya.

“Semoga FDBL bisa terus menginspirasi dan menghasilkan karya yang cemerlang dan semoga Budi Luhur tetap jaya,” lanjutnya.

Berikut ini daftar pemenang Festival Dokumenter Budi Luhur 2020

Kategori 60 Detik

  • “Barong”, karya I Putu Sathya Ananda Winyaka, Institut Desain dan Bisnis Bali, Kuta Utara,
  • “Lahan Tidur”, karya Bima Prasetyo, Sumatera Barat.
  • “Jual Sayur” karya Fauzi Bayu Sejati, Magelang, Jawa Tengah.

Kategori Dokumenter Pendek Pelajar

  • “Di Balik Citra Pasar” karya Muhammad Arif Rachman, Taro Production, Pekalongan, Jawa Tengah.
  • “Segumpal Tanah” Tembikar karya Faishal Hakim, SMK N 1 Pacitan, Pacitan, Jawa Timur.
  • “Satu Titik” karya Fadli Muhammad Yusuf Aprinanta, SMA N 1 Trenggelek, Trenggelek, Jawa Timur.

Kategori Dokumenter Pendek Mahasiswa

  • “Gimbal” karya Sidiq, Institut Kesenian Jakarta, Depok.
  • “Sisa Suara” karya Muhammad Andriandino Nugraha, Universitas Multimedia Nusantara, Semarang.
  • “Bilik Isolasi” karya Fransisca Octavia, Universitas Budi Luhur, Jakarta.

Katagori Dokumenter Umum

  • “KemBali” karya I Wayan Satriawan, Story Media Cinema, Bali.
  • “Kilauan di Kiluan” karya Diaz Jasmine Ariefta, Telkom University Bekasi Selatan.
  • “Sandang Gawe Pangan” karya Desmira Margi Utami, Paragraf Pertama Production, Semarang.

Dan untuk kategori Terbaik Budi Luhur di raih oleh “Balik Isolasi” karya Fransisca Octavia.

Webinar Awarding Night Festival Documentary 2020

Terselenggaranya acara Festival Dokumenter Budi Luhur 2020 ini, tentu tak luput dari dukungan kampus Universitas Budi Luhur. Budi Luhur terus berupaya untuk mendukung setiap wadah kampus untuk selalu berkreasi dan berkarya meski di tengah pandemi covid-19.

Ke depannya Festival Dokumenter Universitas Budi Luhur akan terus berimprovisasi dan berinovasi dalam menyajikan sesuatu yang baru menjadi lebih baik lagi.

WhatsApp chat