Semoga dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumya

Selasa, 19 Maret 2019, tumpeng menjadi penanda utama suatu perayaan istimewa yang diadakan di Auditorium Budi Luhur siang hari ini. Lambang gunungan yang bersifat awal dan akhir adalah falsafah dari tumpeng. Dimana menjadi sifat alam dan manusia yang berawal dari Tuhan dan kembali lagi kepada-Nya. Bentuknya yang kerucut menjulang ke atas, menandakan gambaran tangan manusia yang merapat, menyatu, menengadah, dan menyembah Tuhan. Harapan yang tak terhingga agar kesejahteraan dan kesuksesan semakin meningkat.

Pengerukan Tumpeng oleh Bapak Kasih Hanggoro, Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti

Hidangan yang menyimbolkan bentuk komunikasi spiritual masyarakat Jawa kepada Sang Pencipta. Pengerukan tumpeng adalah ungkapan rasa bersyukur kepada Tuhan sekaligus mengajarkan lebersaman dan kerukunan. Kerukan pertama pada umumnya diberikan kepada orang yang paling dihormati, dituakan atau disayangi. Ada ungkapan Jawa, “mikul dhuwur mendhem jero” yang mengandung makna nasihat kepada anak (keturunan, generasi muda, bawahan) agar memerlakukan orang tua (orang lebih tua, pendahulu, pemimpin, atasan) secara baik dan hormat. Untuk kemudian nasi tumpeng yang boleh disantap bersama bermakna membagi rezeki.

Kerukan tumpeng pertama diberikan Bapak Kasih Hanggoro kepada Prof. Suparmoko.

Pada hari ini sebagian keluarga besar Universitas dan Akademi Sekretari Budi Luhur merayakan ulang tahun Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti (YBLC), Bapak Kasih Hanggoro, MBA yang jatuh sehari sebelumnya. Setiap hari Selasa memang menjadi acara makan siang bersama yang biasa dilakukan di kampus biru ini, sebagai wujud rasa berbagi dengan warga YBLC. Sesuai nama beliau yang menebarkan kasih sayang melalui banyak cara, salah satunya dengan makan siang bersama setiap hari Selasa, hari kelahiran beliau.

Usia yang kerap disebut sebagai Golden Age membuat pria yang kerap disapa Pak Aang ini semakin bijaksana dan terlihat awet muda. Pengharapannya di usia yang sudah setengah abad ini beliau dapat menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.

Seperti filosofi tumpeng yang mengharapkan peningkatan kesejahteraan dan kesuksesan, segenap Civitas Akademik Budi Luhur pun menghaturkan doa serupa untuk Bapak Kasih Hanggoro dan juga kampus tercinta ini. Selamat ulang tahun untuk Pak, semoga Tuhan YME selalu memberkahi kehidupan bapak dan keluarga dengan kasih sayang-Nya yang tak terhingga.

 

Penulis : Anindya Putri