Seminar Internasional Indonesia-India

[:id]Jakarta, 24 Januari 2019. Universitas Budi Luhur yang dihadiri oleh Rektor Prof.Dr.sc.agr.Didik Sulistyanto, Deputi Rektor Bidang Akademik Wendi Usino, MM, M.Sc,  Direktur Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni Dr. Arief Wibowo, M. Kom, beserta Direktur Kerjasama AMB Sunten Z Manurung, SH,  mengikuti Seminar International yg bertopik ” Building Academic Colaboration and Network for Quality Higher Education in Industrial Revolution 4.0 Era yang  dilaksanakan oleh Indonesia India Higher Education Forum 2019 di Universitas Yarsi.

Forum yang diketuai oleh Prof.Dr.sc.agr.Didik Sulistyanto sebagai pembicara utama menyampaikan presentasi sesuai dgn topik seminar Era Industri 4.0. Rektor Univ. Budi Luhur membahas pentingnya inovasi dan kreatifitas pemuda dan mahasiswa serta para dosen dalam era IT yang semakin canggih dewasa ini. Dalam persaingan ilmu dan teknologi dalam berbagai bidang, hal yang sangat penting menurut Rektor Univ. Budi Luhur adalah “kolaborasi” antar Perguruan Tinggi (PT)  maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di dalam dan luar negeri dalam bidang penelitian maupun publikasi jurnal internasional Rektor juga menyebutkan contoh innovasi dan kreatifitas di bidang pertanian di Universitas Negeri Jember (UNJEM) dan Mobil Listrik (BLITS) Univ. Budi Luhur dan Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Kerjasama PT Indonesia khususnya yang di Jakarta dengan PT di India merupakan suatu pilihan untuk mencapai kolaborasi dlm berbagai kerjasama yang disepakati untuk kepentingan para pihak.

Dari Pihak PT India yg hadir menjelaskan bahwa PT di Indonesia adalah partner yg tepat utk berkolaborasi karena India punya tehnologi yang mumpuni dan Indonesia punya industri yang membanggakan dan punya prospek yang baik di masa depan.

Dari Pihak Pemerintah yang hadir yakni Direktur BAN PT,  beliau menyampaikan perkembangan PendidikanTinggi, jenis akreditasi dan aturan yg berlaku untuk diadakan kerjasama dual degree dan twinning programme dengan PT di Luar negeri, termasuk kerjasama yang baru dilakukan antar PTS dan PTN Indonesia dengan PT di luar negeri khususnya dengan India adalah baik karena PT di RI perlu meningkatkan kualitas SDM dan infrastruktur unttk mencapai Industri Era 4.0.

Atas pertanyaan wartawan kenapa pilihan PTS Jakarta memilih PT India sebagai rekanan dijawab oleh Ketua LL Dikti, “kualitas pendidikan Tinggi baik dan sarana pendidikan seperti buku lebih murah. “Rektor Univ. Budi Luhur menambahkan bahwa kerjasama bilateral RI dan India sangat baik dan ditandai dengan sejarah kemerdekaan dan Silk Road yg terkenal sebagai lambang kebudayaan dan pendidikan yg punya sejarah panjang.

[:]