[:id]Universitas Budi Luhur Wujudkan Klinik Daur Ulang Sampah[:en]The Universitas Budi Luhur realized the Clinic of Trash Recycling [:]

[:id]Bekerjasama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Nyiur, Program Studi Arsitektur Universitas Budi Luhur melaksanakan peresmian Klinik Daur Ulang Sampah pada Hari Senin, 31 Juli 2017. Kegiatan tersebut berlangsung di RT 010 RW 03 Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Jakarta Barat. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan Hibah IbM Menuju Kampung Petani Sampah. Agenda kegiatan ini adalah peresmian Klinik Daur Ulang Sampah dan juga penandatanganan Kesepakatan Kerjasama BKM Sejahtera Mandiri Kamal dengan Universitas Budi Luhur.

Kolaborasi antara Universitas Budi Luhur dengan Masyarakat Kelurahan Kamal ini dihadiri oleh team hibah IbM dari Program Studi Arsitektur Universitas Budi Luhur, pihak KSM Nyiur, LKM/BKM Kamal, LKM/BKM Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Kelurahan Kamal, Ketua RW 03 dan juga Koordinator Kota Wilayah 1 Program Kotaku.

Dalam pengelolaan sampah saat ini masyarakat sudah menghasilkan barang-barang daur ulang berupa tas, dompet dan lain-lain. Universitas Budi Luhur dan KSM Nyiur dalam pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya berperan sebagai pendamping dan penggerak dalam daur ulang sampah saja. Tetapi juga membangun fasilitas lain yaitu jamban untuk rumah warga yang belum memiliki jamban.

Kepala Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Univ Budi, LuhurAnggraeni Dyah S, ST, MT, menjelaskan ada tiga kegiatan besar program Hibah IbM yang dilakukan di kawasan Kamal, demi mewujudkan wilayah itu sebagai Kampung Petani Sampah.

Pertama program Klinik Daur Ulang Sampah yang melibatkan masyarakat, terutama ibu-ibu untuk mengolah limbah sampah menjadi produk yang layak jual. Di antaranya, kerajinan tangan tas, tempat tissu, dompet, vas bunga, dan sebagainya. Kedua program Bank Sampah yang melibatkan seluruh masyarakat Kamal untuk menjual produksi sampah yang tidak mampu diolah di Klinik Daur Ulang. Dengan menjual produksi sampah, masyarakat tidak hanya mengurangi jumlah tumpukan sampah di lingkungan, tetapi dapat menambah nilai ekonomi bagi masyarakat Kamal. Ketiga program Rumah Pupuk yang juga melibatkan seluruh masyarakat Kamal untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk. Sampah organik merupakan sampah hasil produksi rumah tangga seperti sisa makanan, potongan sayur atau kulit buah yang tidak terpakai. Sampah jenis ini dapat didaur ulang untuk dijadikan pupuk yang dapat bermanfaat untuk menyuburkan penghijauan di rumah tinggal ataupun dijual sehingga dapat menghasilkan uang.

Hibah IbM Kampung Petani Sampah dilaksanakan untuk wilayah di RW.03 dan RW.04, Kelurahan Kamal Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, yang mayoritas warganya bekerja sebagai pengumpul limbah pabrik yang diolah menjadi biji plastik. Dengan adanya KlinikDaur Ulang Sampah, Bank Sampah dan Rumah Pupuk, diharapkan masyarakat dapat berkarya dengan membuat berbagai produk olahan sampah tersebut sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.[:en]In cooperation with a group of Swadaya Masyarakat (KSM) Nyiur, Architectural Major of Universitas Budi Luhur implement Clinical trash recycling an inauguration on Monday, July 31, 2017. Such activities take place on RT 010 RW 03, Village Kamal, West Jakarta. The event is a follow-up of the implementation of IbM Grants Towards the village of trash Farmers. This agenda is the inauguration of the Clinic trash recycling and also signing an agreement of cooperation with the BKM Prosperous Independent Kamal Universitas Budi Luhur.
A collaboration between the Universitas Budi Luhur with Community Neighborhood Kamal was attended by team grants IbM of Course Architecture Universitas Budi Luhur, the (KSM) of Nyiur, LKM/BKM Kamal, LKM/BKM Tegal Alur Subdistrict, Kalideres, Kamal, Chairman of the Village RW 03 and also Coordinator of the city region 1 Program Kotaku.
The current trash management in communities already produce recycled goods in the form of bags, wallets and more. The Universitas Budi Luhur and (KSM) of Nyiur in the implementation of these activities not only acted as an escort and movers in the recycling bins only, but also build other facilities that is privy to House residents who don’t have toilets.
The head of the Architectural Studies Program Faculty of engineering Universitas Budi Luhur, Anggraeni Dyah S, ST, MT, explains there are three great activities grant program IbM done in the area of Kamal, in order to realize the region as Kampung Farmers trash.
The first Clinical of trash recycling program involving the community, mainly mothers, to manipulate the sewage waste into a product that is worth selling. Among other things, hand-crafted, handbags, handkerchiefs, wallet, vases of flowers, and so on. Both programs involve the entire Garbage Bank community Kamal to sell production of waste is not able to be processed at the clinic of recycling. By selling the trash production, the society does not only reduce the amount of trash in the environment, but also can adding the economic value for the people of Kamal. The third program Home the Fertilizer also involves the entire community of Kamal to process organic waste into fertilizer. Organic waste is the waste produced by households like food scraps, vegetable or fruit leather pieces that are unused. This type of waste can be recycled into mulch that can be beneficial to fertilize the greening in residential or for sale so it can make money.
IbM grants Kampung Farmers Trash was implemented for areas of the RW and RW 03.04, the village of the sub district of West Jakarta’s Kalideres, Kamal, the majority of its citizens to work as gatherers of the waste processed into plastic seed. With the Recycle of Trash Clinic, Junk and home Bank fertilizer, are expected to work with the community can make a variety of products processed the waste so that it can increase the value of economic society[:]