[:id] Kolaborasi Universitas Budi Luhur dengan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dalam Ajang Rally Dakar 2018[:]

[:id] Kolaborasi Universitas Budi Luhur dengan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dalam Ajang Rally Dakar 2018[:]

[:id]Rally Dakar merupakan balapan tahunan yang dilaksanakan oleh Amaury Sport Organization serta bersifat terbuka untuk pembalap amatir maupun professional. Sampai saat ini baru ada dua orang yang mewakili Indonesia pada ajang ini. Pada tahun 1990, Tinton Soeprapto ikut ajang Rally Dakar dengan mobil Mitsubishi Pajero. Selanjutnya, dua tahun berturut-turut Bapak. Kasih Hanggoro (Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti) mewakili Indonesia dalam Rally Dakar, yaitu tahun 2010 dengan mengendarai mobil McRae Rage Buggy, serta tahun 2011 kembali tampil di ajang ini bergabung dengan Team Epsilon Spain, menggunakan mobil Mitsubishi Montero.

Universitas Budi Luhur mempunyai keinginan yang sangat kuat untuk kembali beraksi dalam ajang Rally Dakar di tahun 2018. Rally Dakar tahun 2018 nanti mempunyai perbedaan yang cukup menarik dibandingkan dengan ajang tahun-tahun sebelumnya. Ajang ini akan mengikut sertakan mobil listrik untuk pertama kalinya dalam ajang ini sejak 1979. Untuk mewujudkan hal tersebut, Universitas Budi Luhur melakukan kolaborasi dengan beberapa pihak.

 

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan PT. Fin Komodo Teknologi digandeng oleh Universitas Budi Luhur dalam ajang Rally Dakar 2018 ini. Kolaborasi ini akan menjadi perwakilan pertama dari Indonesia yang menciptakan mobil listrik yang dirancang secara khusus sesuai dengan kebutuhan Rally Dakar.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur , Sujono, M.T., mengatakan “Proyek ini dinamakan BLITS yang juga digunakan sebagai nama mobil listrik yang akan dibangun dengan spesifikasi penggerak roda belakang menggunakan motor listrik yang berkekuatan 100 HP, 6000 rp. Ditambah lagi dengan digunakannya battery dengan kapasitas 75 kWh yang mampu memasok kebutuhan listrik untuk jarak tempuh hingga 200km untuk satu kali pengisian battery”. Dekan yang juga bertindak sebagai Pimpro dalam proyek ini menambahkan, “Jika tak ada aral melintang, Unit Purwarupa EV for Rally Dakar itu akan mulai dites pada tahun ini hingga 2018 sesuai dengan kontur jalan di Indonesia.

Sementara itu, Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Didik Sulistyanto menyambut gembira proyek kerja sama ini. “Mobil listrik BLITS pertama di Indonesia hasil riset ITS dan Universitas Budi Luhur, singkatan dari Budi Luhur ITS. Bisa juga berarti kilat. Semoga sesuai namanya bisa menjadi kilat mobil listrik Indonesia. Ini akan meningkatkan Daya Saing Bangsa dan Kompetisi tingkat Internasional dengan produk made in Indonesia mobil listrik BLITS diarena Rally  Dakar mendatang,”” tutur beliau.

Kasih Hanggoro, MBA Ketua Pengurus Yayasan Budi Luhur Cakti, mendukung penuh proyek kerja sama mobil listrik ini.

“Kita harapkan proyek ini  akan menjadi wadah untuk transfer knowledge dari kedua pihak, baik Universitas Budi Luhur maupun Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan tentunya Universitas Budi Luhur akan semakin dikenal masyarakat luas baik di Indonesia khususnya maupun masyarakat dunia umumnya, yang pada akhirnya akan sangat mendukung upaya menyebarluaskan nilai-nilai kebudiluhuran ke seluruh penjuru dunia,” katanya. Menurut beliau, Universitas Budi Luhur akan menangani manajemen balapnya. Beliau juga berharap kerja sama ini mampu membangkitkan semangat seluruh civitas akademika Universitas Budi Luhur khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Kita juga bisa dan mampu berkarya mewujudkan mobil listrik handal untuk diikutkan di ajang Rally Dakar.

“Melalui proyek kerja sama ini akan membuka peluang bagi seluruh dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian yang terkait dengan mobil listrik dan pada akhirnya bisa menghasilkan paten dan HAKI,” tambah beliau.

Saat ini, desain EV for Rally Dakar itu sudah 100 persen rampung dan siap untuk fabrikasi. Mereka pun akan menggandeng sejumlah pihak yang sering berkecimpung di kompetisi off-road untuk menemukan formulasi sasis yang tepat[:]

WhatsApp chat